hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Thursday, 7 February 2013

SBY PRESIDEN INDONESIA ATAU?


Oleh : Dedet Zelthauzallam
Menjelang pemilu 2014 bara perpolitikan Indonesia makin terasa panas. Penangkapan presiden PKS membuat banyak partai waspada dan was-was, yang paling takut adalah Partai Demokrat. Hal ini karena ketua umumnya, Anas Urbaningrum sering disebutkan oleh Nasarudin ikut terjerat korupsi. Ketakutan Partai Demokrat juga disebabkan karena melihat hasil survei terakhir yang menunjukkan suara partai demokrat menurun drastastis. Menurunnya suara demokrat diklaim disebabkan banyak kadernya korupsi dan Ketua Umumnya sering diisukan terjerat korupsi. Untuk itu para petinggi Partai Demokrat khususnya senior partai mendesak SBY untuk turun tangan menyelamatkan partai.
SBY yang sedang melaksanakan kunjungan luar negeri menghimbau kepada petinggi partai untuk tetap semangat dan tenang. SBY juga meminta KPK memperjelas kasus Anas Urbaningrum. Konflik internal partai demokrat tak terhindar karena ada isu penggulingan ketua umumnya.
SBY yang saat ini menjabat sebagai presiden hendaknya bisa bersikap profesional, apalagi saat ini beliau melaksanakan kunjungan luar negeri. SBY harus lebih fokus meningkatkan hubungan bilateral demi kepentingan rakyat Indonesia. Tetapi malah SBY di luar negeri sibuk memikirkan partainya. Bisa dilihat bagaimana SBY sangat sering melakukan jumpa pers di luar negeri yang menyinggung partainya. Terakhir bisa kita melihat kutipan pesan singkat yang dikirimkan SBY kepada petinggi partai demokrat. Beliau mengatakan bahwa: “Selama berada di Tanah Suci saya terus memohon petunjuk dan pertolongan Allah SWT, agar partai yang kita cintai dapat segera dibebaskan dari berbagi cobaan berat yang kita hadapi dewasa ini. Saya berharap saudara-saudara juga ikut berdoa dan memohon petunjuk dan pertolongan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, agar kita bisa segera menemukan solusi yang tepat, bijak dan bermartabat”.
Pesan singkat itu membuat rakyat Indonesia mempertanyakan bahwa SBY presiden rakyat Indonesia atau presidennya Partai Demokrat. Bayangkan saja seorang presiden selama melaksanakan kunjungan luar negeri khususnya pada saat melaksanakan ibadah umroh hanya memikirkan dan berdo’a untuk kabaikan partainya, lalu kapan rakyat dipiirkan oleh SBY. Mungkin masalah besar yang melanda negeri ini SBY anggap tidak begitu penting dari pada masalah partainya. Seharusnya masalah rakyat lebih utama dari pada masalh partai. Tetapi seperti inilah pemimpin di negeri ini. Pemimpin negeri ini hanya pemimpin partai dan golongan saja.