hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Monday, 4 February 2013

PERJUANGAN PRAJA DI BUKIT KABUT


Oleh : Dedet Zelthauzallam
IPDN yang terdiri dari tujuh kampus regional/daerah, salah satunya ada di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Minahasa, Sulawesi Utara. Praja yang ditempatkan disini sekitar 350 praja yang terdiri dari angkatan XXI dan XXII. Dua angkatan ini bisa dibilang sebagai perintis di kampus IPDN Sulut mengingat kampus ini baru ditempatkan pada bulan Oktober 2012.
Kampus IPDN Sulut yang tergolong baru pasti masih ditemukan banyak kekurangan, baik dari fisik maupun nonfisik. Banyak hal-hal vital masih belum ada di kampus ini, misalnya kekurangan air bersih karena belum ada PDAM, jalan masih belum diaspal, KSA/ Poliklinik belum lengkap dan masih banyak lagi masalah lain. Yang paling memprihatinkan adalah masalah air bersih. Bayangkan saja bagaimana hidup dengan kekurangan air bersih.
Selain kekurangan di atas, praja juga dituntut untuk bisa beradaptasi dengan cuaca yang bisa dibilang sangat ekstrem. Kampus IPDN Regional Sulut yang terletak di atas bukit membuat kampus ini tergolong sangat dingin. Bayangkan saja kampus ini hampir setiap saat terselimuti kabut yang membuat jarak pandang kita bisa sampai hanya 10 metar.
Masalah fasilitas yang serba kekurangan dan cuaca yang ekstrem tidak membuat praja Kampus Regional Sulut menyerah untuk menjalankan kegiatan sebagai praja. Praja tetap melakukan kegiatan yang sudah diatur dalam petadupra dari bangun tidur sampai tidur kembali dengan sebaik mungkin. Semangat juang praja di kampus regional Sulut sangat tinggi.
Kreatifitas praja di Regional Sulut bisa dibilang tidak kalah dengan kampus lain. Keterbatasan membuat tingkat kemandirian praja jauh lebih baik. Kreatifitas dan kemandirian praja bisa kita lihat dari bagaimana praja sangat semangat dalam membuat taman di wisma tanpa komando dari pengasuh. Hal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa praja bisa dan mampu dalam menghadapi segala situasi dan kondisi.
Jiwa pamongpraja dari praja IPDN kampus Sulut bisa dibilang sudah terbentuk dan melekat. Mental yang kuat, kemandirian dan bisa berkreasi dalam situasi dan kondisi yang serba terbatas membuat praja IPDN Sulut memenuhi kriteria sebagai pemimpin pamongpraja.