hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Monday, 25 February 2013

PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN



Dalam mendalami manajemen perlu dikemukakan di sini beberapa prinsip yang perlu mendapat perhatian.
Menurut Henry Fayol, bahwa seorang manajer memerlukan pengetahun tentang prinsip-prinsip manajemen dalam rangka memimpin organisasi agar dapat berhasil baik. Menurut ia, makin tinggi tingkat seorang manajer, makin berkurang pengetahuan tekhnis yang diperlukannya, tetapi makin bertambah besar pengetahuan administrasinya.
Walaupun demikian beberapa pengetahuan tekhnis dalam bidang tertentu sebaiknya dikuasai pula. Dalam tahun 1916, Fayol mengeluarkan suatu artikel yang mendukung kesimpulan-kesimpulannya dalam suatu majalah dengan judul “Administration Industrielle”, Fayol menyebutkan fungsi-fungsi administrasi, sebagai berikut:
a.    To plan (merencanakan).
b.    To organize (mengatur orang dan barang).
c.    To command (menjelaskan pada bawahan apa yang harus dilakukan).
d.    To coordinate (mengkoordinasikan).
e.    To control (mengawasi).

Ia menyadari sejumlah prinsip yang perlu diketahui oleh seorang manajer. Di antara prinsip-prinsip yang termasyhur, antara lain:
1)  Authority (kewenangan)
Kewenangan adalah sebagai suatu bagian yang tidak dapat terpisahkan dari tanggung jawab seorang pemimpin.
Fayol menghendakkan bahwa siapa yang mempunyai kewenangan untuk memerintah harus pula berminat untuk menerima tanggung jawab sebagai konsekuensinya. Di sini kewenangan harus seimbang dengan tanggung jawab atau dapat dikatakan, jika seseorang bertanggnung jawab untuk sesuatu hasil yang telah dilaksanakan, ia harus pula diberikan kewenangan yang cukup untuk mengambil tindakan-tindakan seperlunya agar usaha dapat sukses.
      
2)  Unity of direction (kesatuan arah)
Yang dimaksud adalah satu kepala dan satu rencana untuk suatu kelompok kegiatan yang mempunyai tujuan yang sama.


Fayol dengan Gangplanks-nya (garis terputus), menjelaskan sebagai berikut:
                              A
                          B      L
                       C            M
                    D                   N
                 E                         O
               F                              P
 

A pada diagram merupakan orang tertinggi dalam organisasi, yang langsung membawahkan B dan L B, selanjutnya membawahkan C, begitu pula M.
Di sini jelas setiap komunikasi dari F ke P harus berjalan melalui satu sisi dari segitiga tersebut kepada A, yang kemudian dilanjutkan lagi ke bawah sampai ke P, yang tentu saja banyak memakan waktu.
Fayol menganjurkan bahwa garis gangplanks (garis terputus) dapat terjadi tanpa melemahkan rantai komando. Ini mungkin hanya diperlukan dalam hal apabila atasan langsung dengan ketentuan masing-masing memberitahukan atasannya untuk kegiatan-kegiatan yang telah diambilnya.

3)    Unity of command (kesatuan komando)
Setiap pekerja menerima perintah dari satu orang yaitu atasannya langsung.

1)    Division of work (spesialisasi/pembagian kerja)
Spesialisasi yaitu mempersoalkan akan kecakapan pekerjaan, kepastian serta ketepatan bagi pertimbangan output pekerja. Setiap perubahan di dalam pekerja biasanya meminta pula keharusan penyesuaian yang diakui dengan penurunan output. Dengan division of work, pengalaman dalam bidang tersebut akan banyak manfaatnya.



2)    Discipline (disiplin)
Disiplin berupa ketaatan, giat, penuh semangat dan saling menghormati. Disiplin adalah sangat diperlukan dalam melicinkan jalannya suatu usaha kerja sama dalam suatu organisasi.
Alat yang baik untuk menegakkan disiplin menurut Fayol, adalah:
(1)  Adanya atasan yang baik untuk setiap tingkatan.
(2)  Adanya suatu perjanjian, baik dengan individu-inidividu maupun serikat pekerja dengan cara yang jujur dan terang/jelas.
(3)  Adanya sanksi yang benar-benar diterapkan.

3)    Mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi (subordination of individual interest to general interest)
Baik kepentingan seseorang maupun kelompok pekerja tidak boleh melampaui batas. Untuk menjamin hal itu harus diberikan contoh yang baik. Tindakan harus sejujur mungkin, demikian pula supervisi harus bersifat tetap.

4)    Pembayaran yang sama untuk pekerjaan yang sama (renumeration of personel)
Upah dan gaji menurut Fayol harus wajar (fair). Hal ini tergantung kepada:
(1)  Biaya hidup dan kondisi ekonomi dalam bidang usaha.
(2)  Nilai pekerja itu sendiri.
Setiap pembayaran imbalan haruslah pantas (sesuai), namun tidak terlalu besar dibandingkan dengan tingkat pembayaran yang berlaku pada masa itu.

5)    Sentralisasi (sentralitation)
Pemusatan perintah secara langsung kepada bawahan atau sentralisasi dari atasan. Dalam usaha yang besar, rantai komando demikian panjang, maka lebih baik dengan desentralisasi.

6)    Rantai skala (the scalar chain)
Sebuah rantai atasan dapat dijumpai pada organisasi-organisasi yang merentang dari otoritas puncak ke bawah melalui tingkatan-tingkatan yang menurun hingga jajaran terendah. Hubungan dari tingkat kekuasaan paling atas hingga paling bawah secara hierarkhis atau berjenjang.


7)    Order (keteraturan)
Order diartikan Fayol sebagai suatu tempat untuk segalanya pada tempatnya, demikian pula orang yang tepat pada tempat yang tepat pula.
8)    Equality (keadilan)
Para karyawan harus diperlakukakn dengan ramah dan secara adil jika ia menginginkan pengabdian dan loyalitas dari mereka.
9)   Stability of tenvre of personel (stabilitas personalia)
Baik pekerja dan manajer khususnya memerlukan waktu untuk mempelajari kerja mereka. Jika mereka dipindahkan dalam waktu yang pendek, maka masa belajarnya akan percuma. Pengurusan pegawai banyak sangkut pautnya dengan kemakmuran masa depannya. Perubahan-perubahan personel juga disebutkan adanya kematian dan pensiun, namum perubahan lain yang perlu adalah bagi pekerja yang cakap dan baik harus diberikan promosi.
10) Inisiatif
Manajer harus mau berkorban yang bersifat merangsang untuk timbulnya inisiatif dari bawahannya dalam batas-batas kewenangan dan disiplin. Semua ini akan sangat membantu suksesnya usaha dan memperbesar semangat bersama.
11) Esprit de corps (jiwa korps)
Manajer harus mampu mengarahkan adanya kekompakkan dan rasa kesamaan korps di antara bawahannya. Untuk hal-hal semacam ini, Fayol mengajukan bahwa komunikasi lisan (face to face control) akan lebih baik dibandingkan komunikasi tertulis, di samping manfaat lebih cepat dan lebih harmonis dalam suatu tim kerja.