hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Tuesday, 19 February 2013

KEARIFAN LOKAL, ASET BESAR BANGSA INDONESIA


Oleh :   Dedet Zelthauzallam
Bangsa Indonesia yang terbentang dari Sabang-Merauke merupakan negara yang kaya raya. Bukan hanya dari sumber daya alamnya saja tetapi dari segi budaya, ras, kesenian, etnik, dan sebagainya. Kekayaan Bangsa Indonesia itu disebut sebagai kearifan lokal. Kearifan local di negeri ini tidak bisa dipandang sebelah mata dan merupakan aset yang besar bagi Bangsa Indonesia.
Bagsa Indonesia yang yang dikenal dengan negara kepulauan yang memiliki 17.504 pulau ini merupakan letak dari peradaban dunia dewasa ini. Dikatakan demikian karena bisa dilihat berbagai bangunan kuno, bahasa, adat dan kesenian tradisional yang sangat langka ditemukan di zaman modern ini masih terdapat di Indonesia. Bangsa Indonesia bisa dikatakan sebagai Negara yang memiliki suku bangsa terbanyak di dunia. Terdapat sekitar 740 suku bangsa/etnis. Selain itu Negara ini memiliki bahasa daerah atau dialek sekitar 583 yang menyebar di seluruh pelosok negeri ini.
Candi Borobodur yang terletak di Jawa Tengah merupakan salah contoh yang dimiliki. Dimana candi Borobudur sebagai salah satu dari keajaiban dunia. Hal ini membuktikan bahwa nenek moyang bangsa ini memiliki jiwa kesenian yang luar biasa. Jadi bangsa ini memiliki pondasi yang kuat untuk menjadi sebuah Negara besar, karena Negara ini terlahir dari sebuah nenek moyang yang mampu membuat peradaban di dunia.
Di zaman modern saat ini bangsa Indonesia harus bisa menjaga kearifan local yang menjadi warisan nenek moyang. Bukan hanya menjaga tetapi harus mampu dijadikan sebagai sebuah aset yang berharga. Kearifan local yang dimiliki hendaknya akan bisa menambah pendapatan bangsa ini. Kearifan local harus bisa menjadi daya tarik bangsa lain untuk datang ke Indonesia. Bangsa Indonesia harus megelola kearifan local  yang dimiliki demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Fakta yang ada dewasa ini, menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga dimana bangsa Indonesia masih belum mampu menjaga apalagi mengelola kearifan local yang dimiliki. Bisa dilihat berapa banyak kearifan local sudah diklaim oleh bangsa lain. Bisa saja untuk masa yang akan datang semua kearifan local yang dimiliki bangsa ini akan hilang. 
Ditengah-tengah system desentralisasi yang diaplikasikan pemerintahan Indonesia menjadi harapan besar. Hendaknya ini menjadi momentum untuk lebih meningkatkan pengelolaan kearifan local yan dimiliki setiap daerah, baik di tingkat kabupaten/kota maupun tingkat provinsi. System desentralisasi ini akan memberikan sebuah kewenangan yang sagat luas untuk mengelola. Hal itu untuk menjaga agar aset paling berharga di negeri ini tidak punah oleh zaman, tetapi akan sebagai sebuah aset yang sangat-sangat menguntungkan bangsa ini.
Tetapi harapan terhadap system desentralisasi mungkin masih jauh dari harapan. Sudah 14 tahun berjalan system ini masih belum mampu menjamin keberlangsungan kearifan local yang dimiliki setiap daerah. Malah makin menenggelamkan warisan paling berharga dari nenek moyang kita. Pemerinthan daerah hanya bisa menguras, mengeruk dan menghabiskan sumber daya alam yang ada di perut bangsa ini. Sungguh sangat ironis dan memprihatinkan untuk masa depan bangsa ini.