hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Saturday, 23 November 2013

MAKALAH TEORI KETERGANTUNGAN

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini, Indonesia berada di era globalisasi. Globalisasi merupakan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer dan bentuk-bentuk interaksi yang lain, sehingga sepertinya batas antara negara tidak ada. Globalisasi ini juga didukung dengan teknologi yang semakin  canggih, bisa kita lihat bagaimana informasi di penjuru dunia yang satu dengan lainnya sangat cepat diketahui. Inilah pengaruh dari adanya tehnologi.
Di era globalisasi ini sepertinya sangat sulit bagi suatu negara untuk melepaskan diri dengan negara lain. Hubungan antar negara sepertinya menjadi keharusan. Sehingga apa yang dikatakan oleh Andre Gunder Frunk mengenai teori ketergantungan depensi tidak akan bisa diaplikasikan dalam keadaan negara saat ini. Andre Gunder Frunk mengatakan bahwa negara berkembang dan terbelakang harus memutuskan hubungan dengan negara maju supaya bisa maju.
  Indonesia sebagai bagian dari dunia internasional juga tidak lumput dari namanya pengaruh luar. Dulu Bung Karno di awal kemerdekaan mengatakan Indonesia harus menjadi bangsa/negara yang berdikari. Berdikari maksudnya adalah mampu untuk mengolah dan memajukan wilayah NKRI dengan cara tidak bergantung kepada orang luar (asing).
Namun setelah Soekarno digantikan oleh Soeharto, ada perubahan orientasi. Soeharto sangat membuka peluang asing untuk masuk berinvestasi ke Indonesia. Inilah awal dari perusahaan asing masuk dalam membangun Indonesia.
Indonesia bisa dikatakan sebagai negara yang memiliki hubungan yang sangat strategis dengan negara lain. Banyak organisasi dunia yang diikuti oleh Indonesia, seperti PBB, APEC dan ASEAN. Dengan masuknya Indonesia keranah organisasi tersebut maka Indonesia sudah menjadi bagian dari mereka.

1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dikaji adalah sebagai berikut:
1.    Mungkinkah Indonesia menerapkan teori ketergantungan?
2.    Apakah teori ketergantungan bertentangan dengan teori pembangunan di Indonesia?
1.3 Tujuan
1.2.1     Tujuan Umum
Untuk lebih mengerti dan memahami tentang teori pembangunan, khususnya teori ketergantungan.
1.3.2 Tujuan Khusus :
1.     Meningkatkan pengetahuan tentang teori ketergantungan,
2.     Memberikan pandangan mengenai apakah Indonesia bisa menerapkan teori ketergantungan atau tidak, dan
3.     Memenuhi tugas dari dosen.















BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Teori Ketergantungan
2.1.1     Pengertian Teori Ketergantungan
Dalam belajar teori pembangunan pastinya dipelajari teori ketergantungan. Teori ketergantungan dikemukakan oleh banyak ahli, diantaranya Andre Gunder Frunk, Fernando H. Cardoso, Samir Amin, Paul Baran, Paul Prebisch dan Theotonio Dos Santos. Ahli ini memiliki pandangan tersendiri mengenai teori ketergantungan.
Namun teori ketergantungan secara garis besar bisa dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1)    Teori Depensi Klasik
Teori ini digagas oleh Andre Gunder Frunk, yang menyatakan bahwa kapitalisme global akan membuat ketergantungan masa lalu dan sekarang oleh karena itu negara yang tidak maju dan berkembang harus memutuskan hubungan dengan negara maju supaya negara berkembang bisa maju.  
2)    Teori Depensi Modern
  Teori ini digagas oleh Fernando Henrigue Cardoso, teori ini menyatakan bahwa antara negara yang satu dengan lainnya perlu kerjasama dengan melihat karakteristik histori dari daerah tersebut.
Selain pandangan ke dua tokoh tersebut juga ada beberapa ahli yang menyatakan tentang teori ketergantungan. Theontonio Dos Santos membagi tiga bentuk ketergantungan negara ketiga, yaitu ketergantungan kolonial, ketergantungan finansial-industrial, ketergantungan tekhnologi-industrial.
Sedangkan pendapat dari Raul Prebisch adalah negara-negara dibagi atas negara maju (industri) dan terbelakang (pertanian), yang saling berdagang. Ada negara “pusat” dan negara “pinggiran”. Hubungan pusat dan pinggiran tak seimbang, tidak saling menguntungkan à ekploitasi.

2.1.2     Kelemahan dan Kekuatan Teori Ketergantungan
Menurut Robert A. Packenham, teori ketergantungan itu memiliki kelemahan dan kekuatan. Packenham menyebutkan ada 6 kelemahan dari teori ketergantungan, antara lain:
1.    Menyalahkan hanya kapitalisme sebagai penyebab dari ketergantungan.
2.    Konsep-konsep inti, termasuk konsep ketergantungan itu sendiri à kurang didefinisikan secara jelas.
3.    Hanya didefinisikan sebagai konsep dikotomi.
4.    Sedikit sekali dibicarakan tentang proses yang memungkinkan sebuah negara dapat lepas dari teori tersebut.
5.    Selalu dianggap sebagai sesuatu yang negatif.
6.    Kurang membahas dengan teori lain (otonomi).
Packenham juga mengatakan disamping kelemahan terdapat juga kekuatan dari teori ketergantungan, kekuatannya antara lain:
1.    Menekankan aspek internasional
2.    Mempersoalkan akibat dari politik luar negeri.
3.    Membahas proses internal dari perubahan di negara-negara pinggiran.
4.    Menekankan pada kegiatan sektor swasta dalam hubungannya dengan kegiatan perusahaan-perusahaan multinasional.
5.    Membahas hubungan antar klas yang ada di dalam negeri.
6.    Mempersoalkan bagaimana kekayaan nasional ini dibagikan antar klas-klas sosial, antar daerah, dan antar negara.

2.2 Sistem Pembangunan di Indonesia
Indonesia sebagai sebuah negara yang digolongkan ke negara berkembang memiliki sistem pembangunan yang bisa dikatakan berubah-ubah namun tidak bertentangan dengan dasar negara dan konstitusi. Perubahan puncuk pimpinan menjadi faktor perubahan sistem yang dianut.
Pada awal kemerdekaan, di bawah pimpinan Soekarno, sistem yang dianut adalah sistem pembangunan yang berdikari. Berdikari yang dimaksud adalah Indonesia tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain, apalagi dengan negara maju seperti Amerika Serikat atau Uni Soviet. Saat itu, Soekarno menolak untuk berkompromi dengan negara luar. Sepertinya Soekarno pada masanya memiliki keyakinan yang kuat dengan kemampuan untuk membangun Indonesia.
Setelah Soekarno digantikan oleh Soeharto, ada pergeseran, yang awalnya anti terhadap dunia luar berubah menjadi sangat pro. Ini diperlihatkan dengan membuka peluang bagi asing untuk berinvestasi menanamkan modal di Indonesia. Di era orde baru ini menitik beratkan pada pembangunan.
Sedangkan setelah era reformasi, banyak hal yang berubah. Indonesia sepertinya semakin membuka diri dengan dunia luar. Banyak persekutuan diikuti oleh Indonesia, mulai dari PBB, APEC, ASEAN dan lain sebagainnya. Ini dimaksud sebagai jalan untuk membuka kerjasama antara Indonesia dengan negara lain. Memang di era globalisasi seperti sekarang ini Indonesia harus mengikuti tren. Teren untuk berkerjasama dengan dunia internasional.
Sebenarnya pembangunan nasional Indonesia itu merpakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa dan negara untuk mewujudkan tujuan negara yang tertuang dalam UUD 1945. Dan seluruh pembangunan yang dilaksanakan tidakboleh bertentangan dengan sila-sila dalam Pancasila. Jadi inti dari pembangunan Indonesia adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat seluruhnya, dengan Pancasila sebagai dasar, tujuan dan pedoman pembangunan nasional.

2.3 Faktor Penghambat Penerapan Teori Ketergantungan di Indonesia
Indonesia di era globalisasi ini tidak bisa terlepas dari pengaruh luar. Bisa dilihat bagaimana sikap Indonesia ketika terjadi kekurangan atau kelangkaan kedelai, daging dan lainnya.  Pemerintah Indonesia melakukan impor. Ini berarti Indonesia sangat tergantung dengan negara lain.
Ada beberapa komunitas internasional yang diikuti oleh Indonesia, diantaranya:
1.    ASEAN
ASEAN merupakan suatu perkumpulan dari negara-negara di Asia Tenggara. Indonesia termasuk sebagai salah satu anggota dan menjadi pioner berdirinya ASEAN bersama Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand. ASEAN ini dibentuk dengan tujuan untuk memperkuat hubungan internasional antar negara di region Asia Tenggara, sehingga pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan kebudayaan semakin cepat.
Pastinya dengan masuknya Indonesia menjadi anggota ASEAN akan menjadi suatu hal yang sulit bagi Indonesia untuk melepas diri dari kebijakan yang telah disepakati oleh anggota lainnya. Ini akan menyebabkan teori ketergantungan akan sulit diterapkan di Indonesia, meskipun menurut Cardoso suatu negara boleh melakukan hubungan dengan memperhatikan histori dan kedekatan negara (negara tetangga).
Program AFTA sebagai contoh bahwa Indonesia akan semakin tergantung dengan negara-negara yang berada di kawasan ASEAN. AFTA (Asean Free Trade Areas) merupakan wujud dari kesepakatan negara-negara ASEAN untuk membentuk kawasan perdagangan bebas dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia.


2.    PBB
PBB merupakan suatu organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum internasional, keamanan internasional, pengembangan ekonomi, perlindungan sosial, hak asasi dan pencapaian perdamain dunia. Pada tahun 2011, PBB sudah memiliki 193 anggota.
Indonesia masuk sebagai anggota PBB pada tanggal 28 September 1950. Tetapi, Indonesia pada tahun 1965 mengundurkan diri dari keanggotaan PBB disebabkan oleh penolakan Indonesia terhadap diakuinya Malaysia sebagai anggota tetap PBB.  Soekarno dengan tegas menyatakan keluar sebagai anggota PBB. Namun akhirnya Indonesia kembali masuk sebagai anggota PBB.
 Ini berarti Indonesia sangat sulit untuk keluar dari namanya pengaruh negara lain. Dengan masuknya Indonesia menjadi anggota PBB, maka mau tidak mau Indonesia harus tunduk dan taan terhadap apa yang menjadi kebijakan internasional.
3.    APEC
APEC merupakan kerjasama antara negara-negara kawasan Asia-Pasifik. APEC bertujuan untuk mengukuhkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas negara Asia-Pasifik. APEC didirikan pada tahun 1989 dan saat ini anggotanya sudah mencapai 21 negara.
Ini berarti Indonesia akan semakin bergantung dan sulit untuk melepaskan diri dari dunia internasional. Sepertinya teori ketergantungan akan tidak bisa diterapkan di Indonesia.

Dari beberapa contoh organisasi yang diikuti oleh Indonesia di atas, maka bisa disimpulkan bahwa Indonesia akan sulit untuk melepaskan diri dari namanya dunia internasional.
















BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Andre Gunder Frunk menyatakan bahwa kapitalisme global akan membuat ketergantungan masa lalu dan sekarang oleh karena itu negara yang tidak maju dan berkembang harus memutuskan hubungan dengan negara maju supaya negara berkembang bisa maju. Sepertinya teori ketergantungan akan sulit untuk diterapkan Indonesia, mengingat Indonesia memiliki ketergantungan terhadap dengan negara lainnya.
Saat ini, Indonesia masuk dalam beberapa organisasi internasional, seperti PBB, ASEAN, APEC dan lainnya. Inilah faktor yang menyebabkan Indonesia akan sulit keluar dari pengaruh dunia internasional. Jadi, teori ketergantungan sangat sulit dan bisa dikatakan tidak bisa diterapkan di Indonesia.   

4.2 Saran
Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah harus bisa untuk tidak terlalu bergantung dengan negara lain. Kalau bisa Indonesia harus menerapkan teori Cardoso, yaitu dalam melakukan hubungan internasional harus melihat histori. Jadi Indonesia tidak serta merta masuk dalam suatu organisasi dunia.
Indonesia akan semakin terpuruk apabila terus menerus bergantung dengan negara lain. Indonesia katanya Soekarno harus mampu berdikari dalam segala bidang. Itulah yang perlu dipahami oleh seluaruh masyarakat Indonesia supaya alam Indonesia ini tidak selalu dikeruk oleh investor asing.













DAFTAR PUSTAKA