hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Wednesday, 13 November 2013

ISLAM ANTI DENGAN KEKERASAN

Oleh: Dedet Zelthauzallam
Dewasa ini, bisa kita katakan bahwa Islam selalu dikaitkan dengan kekerasan, baik itu kekerasan dalam bentuk teror, perang, melanggar HAM dan sebagainya. Pemikiran seperti itu sebenarnya sangat salah besar. Orang yang memiliki anggapan seperti itu perlu belajar lebih lagi mengenai Islam. Islam itu jelas-jelas agama yang dari awalnya berdiri (diturunkan Allah) bertujuan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Apabila kita melihat sejarah awal berdirinya Islam, maka apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya menunjukkan sikap toleransi yang tinggi. Nabi Muhammad saw memiliki sifat yang sangat luar biasa, yang mungkin tidak akan bisa ditandinggi oleh siapa pun. Nabi Muhammad saw merupakan tipe orang shiddiq, amanah, fathonah dan tabligh. Sepertinya Muhammadlah sosok manusia yang bisa kita sebut sebagai manusia yang pari purna.
Sosok Nabi Muhammad saw yang luar biasa itulah yang menyebabkan beliau menjadi pemimpin yang paling berpengaruh di dunia dengan nomor urut pertama (baca di buku 100 Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah, Penulis Michael H. Hart). Ini berarti Nabi Muhammad saw sudah diakui oleh semua umat manusia, baik yang beragama islam maupun nonislam, kalau beliau adalah sosok pemimpin yang memiliki sifat yang sangat luar biasa.
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari sosok Nabi Muhammad saw, mulai dari masa kecilnya sampai wafatnya. Sejarah mengatakan bahwa, sejak Nabi Muhammad saw lahir sudah menjadi anak yatim. Dan ketika masih kanak-kanak, beliau sudah diberikan gelar al-amin. Ini disebabkan oleh kejujuran yang beliau tanamkan dalam dirinya. Lain lagi ketika beliau menjadi rasul, banyak cobaan dan tantangan yang dihadapi, tetapi beliau selalu sabar dan bertawakal kepada Allah.
 Hal yang perlu diingat dari sosok Nabi Muhammad saw adalah kemampuan memimpinnya. Beliau bisa membuat masarakat yang dahulunya bermusuhan menjadi bersaudara. Dengan dibuatnya piagam Madinah pada saat beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah membuktikan bahwa ajaran Islam yang diwahyukan Allah kepada Muhhammad adalah ajaran yang tidak anti dengan perbedaan. Perbedaan yang ada di Madinah tidak serta merta dihomogenkan ketika Islam datang, tetapi dibiarkan dan dijamin keselamatannya.
Selain sosok Nabi Muhammad saw, kita juga perlu melihat bagaimana sifat sahabat-sahabat rasul, khususnya khulafur rasyidin, mulai dari Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali. Pada masa kepemimpinan para sahabat ini, bisa kita lihat bagaimana toleransi yang diperlihatkan oleh Islam. Islam sangat menjunjung tinggi perdamaian. 
Untuk itu, ketika orang mengatakan bahwa Islam adalah agama yang keras, maka saya berani katakan itu adalah orang yang tidak paham dengan Islam yang sebenarnya. Seharusnya para pengkritik, baik yang ada di dunia barat atau dimana pun harus bisa menengok sejarah. Islam sangat membenci yang namanya kekerasan.
Oknum atau kelompok yang mengatakan dirinya Islam tetapi berbuat kerusakan dan kekerasan, maka mereka sudah melanggar atau menyimpang dari Al-Qur’an dan Hadis. Berarti mereka tidak memperaktikkan Islam yang diajarkan Nabi Muhammad saw, tetapi lebih ke pemahaman mereka sendiri-sendiri. Jadi sangat salah apabila orang mengatakan bahwa islam adalah agama yang pro dengan kekerasan,
Untuk itu, apabila mau melihat Islam yang sebenarnya, maka kita harus melihat sosok Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya. Jangan kita melihat sekelompok orang yang senang dengan aksi yang di luar ajaran Islam.