hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Saturday, 23 November 2013

PEMIKIRAN KONTRAK SOSIAL J.J. ROUSSEAU DAN KONTRIBUSINYA DALAM PEMERINTAHAN

Oleh: Dedet Zelthauzallam
“Manusia dilahirkan bebas,tetapi dimana-mana mendapatkan dirinya terbelenggu (J.J. Rousseau)”
Jean Jacques Rousseau atau yang lebih populer dengan panggilan J.J. Rousseau lahir  pada tanggal 2 Juni 1712 di Jenewa, Swiss. J.J. Rousseau merupakan salah seorang filosof populer yang hidup di abad pencerahan. Banyak orang menganggap pemikiran J.J. Rousseau menjadi kunci dari lahirnya revolusi Prancis (1789-1799). Revolusi Prancis berlangsung setelah 11 tahun meninggalnya beliau (2 Juli 1778). J.J. Rousseau juga mememiliki pandangan-pandangan mengenai teori liberal, sosial dan nasionalisme.
Sebelum J.J. Rousseau menjadi seorang filsuf besar, hidupnya sangatlah penuh dengan cobaan dan rintangan. Bayangkan saja, ibunya meninggal tidak lama setelah kelahirannya. Dan di umur 10 tahun, bapaknya diusir dari Kota Jenewa. Hiduplah J.J. Rousseau seorang diri. Darisinilah J.J. Rousseau mulai lebih mandiri dan bekerja keras untuk bisa melanjutkan hidupnya.
Pada tahun 1728, J.J. Rousseau memilih untuk meninggalkan kota kelahirannya dan memulai perkelanaannya dari satu kota ke kota lain. J.J. Rousseau bekerja tidak tetap, selalu pindah-pindah. Dalam perjalanannya ini, J.J. Rousseau terlibat melakukan hubungan percintaan dengan banyak wanita, salah satunya adalah Therese Levasseur. Therese melahirkan lima anak J.J. Rousseau di luar perkawinan. Semua anak-anak J.J. Rousseau dititipkan di asrama anak.
Perubahan kehidupan J.J. Rousseau sebenarnya berawal penghargaan yang diperolehnya dari Akademi Dijon, karena bisa menjadi juara satu dalam lomba penulisan esai tentang apakah seni dan ilmu pengetahuan memang punya manfaat untuk kemanusiaan. Darisinilah nama J.J. Rousseau mendadak populer. Sesudah itu, J.J. Rousseau semakin terkenal dengan tulisan-tulisannya, diantaranya Discourse on the Origin of Inequality (1755), Emile (1762), The Social Contract (1762) dan Confessions (1770). Kepopuleran J.J. Rousseau juga terkenal disebabkan oleh kehobiannya dalam dunia music. J.J. Rousseau bisa mengubah dua opera, yaitu Les Muses Galantes dan Le Devin Du village.
Kontrak Sosial J.J. Rousseau
Teori kontrak sosial merupakan salah satu teori dari terbentuknya negara. Teori kontrak sosial ini berkembang dan dipengaruhi oleh pemikiran para filsof abad pencerahan (enlightenment), diantaranya Thomas Hobbes, Jhon Locke dan J.J. Rousseau. Tiga tokoh inilah yang diakui sebagai penggagas dari teori kontrak sosial. Teori kontrak sosial merupakan teori yang menyatakan bahwa terbentuknya negara itu disebabkan oleh adanya keinginan masyarakat untuk membuat kontrak sosial. Jadi, sumber kewenangan berasal dari masyarakat itu sendiri.
Dalam memahami kontrak sosial J.J. Rousseau, sebelumnya kita juga harus memahami bagaimana teori kontrak sosial yang dikemukakan oleh Hobbes dan Jhon Locke. Sebenarnya mereka sama-sama berangkat dengan anggapan bahwa manusia merupakan sumber kewenangan. Akan tetapi mereka berbeda pendapat tentang bagaimana, siapa yang mengambil kewenangan itu dari sumbernya dan bagaimana pengoperasian kewenangan selanjutnya. Perbedaan itu sangat mendasar satu dengan lainnya, baik dalam konsep maupun praktisnya.
J.J. Rousseau memandang pada dasarnya manusia itu sama. Pada kondisi alamiah antara manusia yang satu dengan manusia lainnya tidaklah terjadinya perkelahian. Manusia hidup aman, damai dan tentram. Namun seiring waktu, menurut J.J. Rousseau itu akan berubah, karena faktor alam, fisik dan moral menciptakan ketidaksamaan. Ketidaksamaan inilah yang menyebabkan terjadinya kekuasaan tunggal (otoriter) oleh sekelompok orang tertentu. Hak istimewa yang dimiliki ini karena orang itu lebih kaya, lebih dihormati, lebih berkuasa dan sebagainya.
Untuk menghadapi masalah yang semakin kongkrit dan disparitas antara manusia yang satu dengan lainnya inilah lahirnya “Du Contract Social”. Kontrak sosial adalah kesepakatan yang rasional untuk menentukan seberapa luas kebebasan warga (yang pada asasnya tidak terbatas) dan dilain pihak seberapa besar kewenangan pejebat negara (pada asasnya terbatas). Kontrak sosial yang dibentuk atas kehendak bebas dari semua (the free will all), untuk mamantapkan keadilan dan pemenuhan moralitas yang tinggi.
J.J. Rousseau mengedepankan konsep tentang kehendak umum (volonte generale) untuk dibedakan dari hanya kehendak semua (omnes ut singuli). J.J. Rousseau mengatakan bahwa kehendak bebas dari semua tidak harus tercipta oleh jumlah orang yang berkehendak (the quantity of the subjects), akan tetapi harus tercipta oleh kualitas kehendaknya (the quality of the object sought).
Kehendak umum menciptakan negara yang memungkinkan manusia menikmati kebebasan yang lebih baik daripada kebebasan yang mungkin didapat dalam kondisi alamiah. Kehendak umum menentukan yang terbaik bagi masyarakat, sehingga apabila ada orang yang tidak setuju dengan kehendak umum itu, maka perlu pemaksaan untuk tunduk terhadap kehendak itu. Karena alasan pembentukan negara menurut J.J. Rousseau adalah sebagai kekuatan memaksa yang bersifat legal untuk mempergunakan kekerasan kalau terdapat pengingkaran terhadap hak alamiah manusia itu. Maka manusia yang melanggar akan juga kehilangan haknya dan diberikan sangsi/hukuman.  
J.J. Rousseau mengajukan argumentasi yang sulit dimengerti ketika sampai pada pegoperasian kewenangan dari kehendak umum ke pemerintah. Pada dasarnya J.J. Rousseau menjelaskan bahwa yang memerintah adalah kehendak umum dengan menggunakan lembaga legislatif yang membawahi lembaga ekskutif. Walaupun J.J. Rousseau sebenarnya menekankan pentingnya demokrasi primer (langsung) tanpa perwakilan dan tanpa prantara partai politik. J.J. Rousseau  berpendapat bahwa partai politik hanya akan berujung pada penyelewengan kepentingan orang-orang yang ada didalamnya. Dengan demikian, masyarakat lewat kehendak umum bisa secara total memerintah negara.
Dan yang perlu dipahami menurut konsep J.J. Rousseau tentang negara adalah hukum (law). J.J. Rousseau menyebutkan bahwa negara diperintah oleh hukum dengan republik, entah bagaimanapun bentuk administrasinya. Selanjutnya, badan legislatif berfungsi membuat aturan atau hukum, namun tidak memiliki kekuasaan memerintah. Menurutnya, kekuasaan legislatif harus ditangan rakyat, sedangkan ekskutif harus berdasar pada kemauan bersama. 
Dari kontrak sosial yang dikemukakan oleh J.J. Rousseau di atas bisa kita bandingkan perbedaan dengan teori kontrak sosial dari Hobbes dan Jhon Locke. Perbedaan Thomas Hobbes dengan J.J. Rousseau terletak pada sistem yang dianut. J.J. Rousseau menganut aliran pactum unionis, sangat berkebalikan dengan versi Hobbes dengan pactum subyectionis. Belum lagi nilai-nilai hewan yang ada pada diri manusia pada pemikiran Hobbes tidak ada di J.J. Rousseau. Dan yang paling penting cara keduanya melihat penguasa sangat berbeda,  J.J. Rousseau menganggap penguasa sebagai pelayan, sedangkan Hobbes penguasa itu sangat berkuasa.
Sedangkan perbedaan kontrak sosial antara Jhon Locke dengan J.J. Rousseau juga terletak pada aliran yang dianut. Jhon Locke menganut pactum unionis dan pactum subyectionis. Selain itu, JhonLacke mengenal keterwakilan rakyat, dimana legislatif merupakan amanah rakyat, tetapi J.J. Rousseau menginginkan rakyat sendiri.    
Kekuatan dan Kelemahan Teori J.J. Rousseau
Kekuatan teori kontrak sosial yang dikemukakan oleh J.J. Rousseau, antara lain, sebagai peletak demokrasi modern, menonjolkan fungsi warga negara dalam masyarakat dan negara. Selain itu, J.J. Rousseau mengubah sistem politik yang penuh dengan kekerasan menjadi musyawarah serta pertanggung jawaban pemerintah terhadap rakyatnya semakin diperhatikan. J.J. Rousseau ingin menghendaki bentuk negara dengan demokrasi mutlak, ada di tangan rakyat.
Kelemahan dari J.J. Rousseau adalah tidak melihat historis dan setiap orang mau tidak mau terikat dengan kontrak sosial, bukan sukarela. Namun, J.J. Rousseau sepertinya tidak konsisten, kerena ia mementigkan pungutan suara, padahal bersumber pada kwantitas. J.J. Rousseau juga tidak menjelaskan dengan rinci bagaimana dengan kemauan bersama yang sudah disepakati, namun ada beberapa orang yang berbeda pendapat, maka orang itu tidak dapat dikatakan dipimpin oleh kemauan bersama.

Sumber: