hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Sunday, 5 May 2013

CAGUB/CAWAGUB HARUS SIAP KALAH


Oleh: Dedet Zelthauzallam

Pada tanggal 13 Mei 2013 pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB akan dilaksanakan. Ada empat pasangan calon yang akan dipilih oleh masyarakat NTB, yaitu pasangan TGB-Amin, SJP-Johan, Harum dan OK. Dari ke empat pasangan tersebut pasti semuanya menginginkan namanya kemenangan. Namun hal tersebut pasti tidak bisa, karena pasti ada yang kalah dan menang. Menang dan kalah merupakan dua pilihan dari sebuah pertarungan. 
Ke empat pasangan cagub/cawagub tersebut harus mempersiapkan mental untuk bisa menerima kekalahan, karena kalau mereka tidak mempersiapkan dari sekarang maka dapat menyebabkan konflik. Konflik harus dihindarkan dalam pilgub NTB 2013 ini. Konflik hanya akan menyebabkan dampak yang negatif bagi NTB.
Tidak hanya cagub/cawagub yang harus disiapkan mentalnya, tetapi para pendukung cagub/cawagub tersebut juga harus dan wajib. Para tim sukses yang tidak memiliki mental kalahlah yang menjadi provokator untuk bisa menimbulkan konflik pasca pemilu.   
Pilgub NTB 2013 tidak boleh seperti pemilihan walikota dan wakil walikota di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Dimana masa pendukung calon walikota yang kalah merusak gedung-gedung pemerintahan. Mulai dari sekarang semua pasangan cagub/cawagub melalui tim suksesnya harus berkomitmen untuk mampu menerima kekalahan.
Faktor Utama Penyebab Konflik
Saat ini bisa kita melihat bagaimana banyaknya konflik yang terjadi pasca pemilu langsung. Konflik itu dilatar belakangi oleh berbagai macam alasan. Alasan yang paling sering adalah karena kecurangan yang terjadi dalam pemilu. Kecurangan tersebut bisa berupa jumlah DPT, manipulasi suara dan lainnya. Namun menurut saya alasan tersebut merupakan alasan yang klasik, hanya bersifat sebagai alasan semu saja.
Sebenarnya konflik pada pemilu langsung lebih disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini:
1.    Kurangnya mental untuk kalah
Ini merupakan faktor dasar yang menyebabkan konflik. Mental ini meliputi mental para cagub/cawagub, tim sukses dan pendukungnya. Mental mereka hanya berorientasi pada kemenangan, tidak pernah memikirkan kekalahan. Jadi mental menang yang dimiliki itu akan tidak bisa menerima kekalahan. Disaat mereka kalah, maka mental menang itu akan memberontak. Mereka akan mencari beribu alasan untuk melakukan aksi yang tidak diinginkan.
Untuk itu pemerintah melalui KPU seharusnya sebelum penetapan dan pemilihan memberikan suatu training kepada calon dan tim sukses mengenai mental. Ini sangat penting untuk meminimalisir terjadinya konflik.
2.    High cost
Ini merupakan faktor yang sangat sensitif, karena berhubungan dengan money. Calon yang mengeluarkan uang banyak akan lebih berpeluang untuk menyebabkan konflik. Banyaknya uang yang dikeluarkan pada masa kampanye akan membuat calon tersebut akan sulit menerima kekalahan.
Konflik pemilu langsung sangat rentan terjadi. Jadi pilgub NTB tahun 2013 harus diantisipasi terjadinya konflik, baik itu konflik dari eksternal dan internal calon.
Antisipasi Konflik di Pilgub NTB 2013
 Tanggal 13 Mei 2013 masyarakat NTB akan mencoblos pasangan cagub/cawagub. Pemerintah harus mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya konflik, baik konflik vertikal maupun horizontal. Pemerintah juga harus mengajak semua unsur masyarakat untuk menjauhi faktor yang kira-kira bisa menimbulkan konflik, seperti money politic.  
Faktor penyebab dari konflik harus selalu diawasi, khususnya mengenai high cost dari cagub/cawagub. Ini sangat rentan menimbulkan konflik. Masyarakat NTB harus jeli dan menjauhi namanya money politic. Mengingat hal tersebut bisa menjadi alasan menyebabkan konflik.
Konflik pada pilgub NTB 2013 harus dihindarkan. Jangan sampai gara-gara masalah sepele akan berdampak besar kepada masa depan NTB. Setiap pasangan cagub/cawagub beserta semua tim suksesnya harus menyiapkan mental untuk kalah dan menang.
Pilgub NTB akan aman ketika semua unsur berperan aktif, baik itu pemerintah, pasangan cagub/cawagub, tim sukses, para pendukung maupun masyarakat umum. Ketika elemen-elemen tersebut saling memiliki koneksi yang baik maka pilgub NTB akan aman dan damai. Jangan sampai masyarakat NTB terprovokator oleh oknum yang tidak bertangggung jawab.
Tanggal 13 Mei masyarakat NTB akan diuji kecintaannya kepada provinsi NTB. Kalau masyarakat mencintai NTB maka konflik akan dijauhi, tetapi kalau tidak maka konflik akan terjadi. Siapa pun yang menang dari ke empat pasangan calon tersebut harus kita dukung untuk membangun NTB 5 tahun yang akan datang.
Semoga saja tanggal 13 Mei masyarakat bisa sama-sama menjaga stabilitas keamanan. Mari kita sama-sama mendukung pilgub NTB yang aman dan damai untuk masa depan NTB yang lebih baik.