hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Wednesday, 1 May 2013

1 MEI HARINYA BURUH


Oleh: Dedet Zelthauzallam
Setiap tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari buruh sedunia. Hari buruh ini dilatar belakangi oleh perjuangan para buruh untuk meraih hak-hak yang pantas di perusahaan, baik itu gaji/upah, jam kerja, maupun buruknya kondisi kerja. Itulah beberapa hak dasar yang dituntut oleh para buruh pada awal abad 19, disaat era kapitalisme mulai berkembang. Hari buruh ini merupakan hari dimana para buruh menyampaikan unek-uneknya.
Pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions menetapkan 1 Mei sebagai hari buruh sedunia. Tanggal 1 Mei dipilih karena terispirasi oleh kesuksesan buruh di Kanada pada tahun 1872. Adanya hari buruh buruh ini sebagai motivasi dan semangat baru bagi para buruh di seluruh pelosok dunia untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Sedangkan kalau di Indonesia hari buruh itu dimulai pada tahun 1920. Putri dari tokoh komunis D.N. Aidit, Ibarruri Aidit merupakan pelopor dari pringatan hari buruh di Indonesia. Ibarruri bisa  memperingati hari buruh mengingat dia pernah mengikuti perayaan hari buruh di Republik Rakyat Cina (RRC). Hari buruh di Indonesia terus diperingati, mekipun dalam skala kecil.
Namun perlu diketahui bahwa pada zaman orde baru hari buruh itu haram dilaksanakan. Mengingat Suharto mengkatagorikan perbuatan tersebut sebagai perbuatan subvertif. Hal itu disebabkan karena perayaan hari buruh itu dianalogikan sebagai paham komunis.
 Hari buruh di Indonesia mulai marak dilaksanakan setelah zaman orde baru tumbang. Bisa dilihat berapa banyak buruh yang turun ke jalan untuk menuntut hak-hak mereka. Memang di era reformasi buruh sangat leluasa menuntut hak-haknya. Namun meskipun demikian nasib buruh khususnya di Indonesia masih dikatagorikan jauh dari sejahtera. Banyak perusahaan yang memberikan gaji buruh jauh dibawah upah minimum regional (UMR), tidak sebanding dengan jam kerja buruh.
Aksi Buruh dari Tahun ke Tahun
Setiap tanggal 1 Mei bisa dilihat berapa juta buruh di dunia turun ke jalan hanya untuk menuntut gajinya dinaikkan, khususnya di Indonesia aksi 1 Mei selalu diwarnai oleh demo. Demo para buruh 1 Mei ini sering dilakukan secara anarkis. Hal itu dilakukan karena kekecewaan yang amat besar para buruh kepada pemerintah yang tidak bisa dan mampu untuk memenuhi atau memberikan tuntutan-tuntutan mereka.
Saat ini di Indonesia juga masih sangat sering terjadi demo oleh buruh, meskipun diluar tanggal 1 Mei. Hal ini perlu diperhatikan oleh pemerintah dan agar bisa diberikan solusi yang kira-kira bisa menyelesaikan masalah para buruh.
Di Indonesia memang sampai saat ini belum meliburkan para pekerja atau buruh pada tanggal 1 Mei. Namun, peresiden menjanjikan mulai tahun 2014, tanggal 1 Mei akan diliburkan untuk menghormati para buruh. Katanya presiden ini akan sebagai hadiah yang diberikan kepada buruh pada perayaan hari buruh 1 Mei 2013.
Akankah dengan pengakuan dan menjadikan 1 Mei sebagai hari libur bisa membuat buruh di Indonesia diam? Pasti tidak, kerena bukan itu yang buruh cari dan mau dari pemerintah. Percuma saja tanggal 1 Mei diliburkan kalau kebijakan untuk perbaikan kesejahteraan para buruh stagnan.
Seharusnya pemerintah memberikan hadiah kepada para buruh dengan membuat kebijakan yang pro buruh. Buruh di Indonesia saat ini lebih banyak mendapat gaji di bawah UMR. Bayangan saja jam kerjanya banyak namun gaji sedikit, belum lagi ditambah dengan penundaan gaji. Sungguh memang buruh sangat memiliki masalah yang sangat kompleks. Masalah-masalah tersebut setidaknya menjadi sebuah pekerjaan utama bagi pemerintah.
Aksi buruh yang dilakukan secara besar-besaran pada tanggal 1 Mei tidak akan pernah berhenti apabila keadaan buruh seperti saat ini. Aksi buruh akan berhenti ketika masalah-masalah dasar dari buruh bisa diselesaikan oleh pemerintah.
Semua masyarakat berharap supaya pada tanggal 1 Mei buruh tidak lagi berdemo, tetapi pada tanggal tersebut buruh diharapkan mampu untuk menikmati hasil jerih payahnya. Buruh bisa bersenang-senang dengan keluarganya di tempat wisata, belanja di mall maupun kumpul keluarga. Hal itu harus bisa tercapai demi kejayaan para buruh di masa saat ini dan akan datang.