hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Wednesday, 8 January 2014

MENUJU RI-1 SEMAKIN SERU

Oleh: Dedet Zelthauzallam
Tahun 2014 akan menjadi tahun yang sangat sibuk bagi rakyat Indonesia, khususnya para politisi negeri ini. Dimana pada tahun ini akan ada pemilihan legislatif dan presiden/wakil presiden. Para politisi pastinya akan bekerja keras untuk bisa memperoleh maupun mempertahankan kekuasaan. Berbagai cara akan dilakukan untuk bisa mendapatkan simpati rakyat, karena mereka sangat bergantung pada rakyat.
Ada 12 partai nasional dan 3 partai lokal (Aceh) yang akan bertarung dalam pemilu legislatif pada tanggal 9 April 2014. Setelah itu baru akan dilaksanakan pemilu presiden dan wakil presiden. Antara pemilihan legislatif dan presiden/wakil presiden pastinya memiliki hubungan yang sangat menentukan. Dimana hasil perolehan kursi di parlemen menjadi salah satu syarat untuk bisa mengajukan calon presiden dan wakil presiden. Partai harus bekerja keras untuk memperoleh suara minimal 20% suara, supaya bisa memuluskan calon dari partainya untuk bertarung dalam pilpres. Namun, apabila tidak, maka mau tidak mau harus berkoalisi dengan beberapa partai.
Meskipun demikian, saat ini hampir semua partai sudah menunjukkan bakal calon presiden dan wakil presidennya. Golkar misalnya sudah menunjuk Aburizal Barie (ARB) sebagai capresnya. Hanura juga sudah mempercayakan Wiranto-HT menjadi capres dan cawapres yang akan diusungnya. Prabowo Subianto juga diusung oleh Gerindara. Dan partai lainnya juga sudah menyiapkan nama-nama bakal capres dan cawapresnya. Banyak cara yang dilakukan oleh partai untuk menjaring capres dan cawapresnya. Lihat saja, Partai Demokrat melaksankan konvensi dan PKS melaksanakan election update. Selain dari internal partai juga,  ada hal yang menarik dalam penjaringan capres dan cawapres 2014, yaitu konvensi rakyat yang digagas oleh Salahudin Wahid.
Memang sudah banyak nama yang akan maju dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2014. Namun kalau dilihat dari persyaratannya, maka maksimal ada lima pasangan calon yang akan maju. Tetapi ini tidak mutlak, karena sampai saat ini, UU Pilpres masih belum final, karena Yusril Ihza Mahendra menggugatnya di MK.
 Dari capres dan cawapres yang sudah diusung oleh partai politik memang masih belum final. Tetapi paling tidak ada gambaran siapa yang kira-kira akan menjadi capres dan cawapres. Kalau melihat poling berdasarkan hasil survei, maka Jokowi menjadi pemenang. Namun sampai saat ini, PDIP masih belum menentukan siapa capresnya. Jadi rakyat Indonesia harus lebih bersabar,paling tidak sampai pemilihan legislatif selesai.
Setelah pemilihan legislatif, pastinya semua bisa terjadi. Deal-deal politik yang tidak diprediksikan bisa terjadi, karena semua bergantung hasil pemilihan DPR. Partai satu dengan lainnya akan semakin sibuk untuk mencari koalisi. Pastinya koalisi yang benar-benar bisa menguntungkan semua, bukan hanya menguntungkan partai yang suaranya lebih tinggi. Prediksi siapa akan menjadi presiden pasca pemilihan legislatif akan semakin meruncing. Sekali lagi rakyat Indonesia harus sabar dan tetap harus berdo’a supaya dalam pilpres 2014 memang calon yang memiliki kapasitas dan kapabilitas membangun bangsa ini yang maju.