hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Thursday, 16 January 2014

MAULID NABI MUHAMMAD, PIJAKAN PERBAIKAN BANGSA

Oleh: Dedet Zelthauzallam
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melaikan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (Q.S. Al-Anbiya: 107).”
Untuk tahun 1436 H, 12 Rabi’ul Awal jatuh pada tanggal 14 Januari 2014. . Hari kelahiran sang pemimpin dunia, Nabi Muhammad, untuk tahun ini jatuh pada awal tahun masehi. Ini merupakan suatu awal tahun yang baik bagi umat islam di seluruh penjuru dunia, karena spirit awal tahun akan dilandasi dengan mengingat, merenungan dan melaksanakan ajaran yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW.
Dunia dan seluruh isinya memang patut tunduk sejenak untuk merenungkan bagaimana perjuangan Nabi Muhammad dalam mengubah carut-marut kehidupan dunia. Pada saat Nabi Muhammad dilahirkan, kehidupan di Mekkah sepertinya tidak ada prikemanusiaan dan tidak beradab. Dimana anak perempuan dibunuh, diperkosa dan dikucilkan oleh para laki-laki. Kehidupan pada zaman itu banyak orang menyebutnya sebagai zaman jahiliyah atau dalam bahasa Indonesia zaman kebodohan.
Lahirnya Nabi Muhammadlah yang memberikan problem solving atas prilaku dan perbuatan para kaum qurais tersebut. Nabi Muhammad dengan beraninya menentang kebiasaan dan kebudayaan yang inmoral tersebut. Beliau tidak takut dengan ancaman dari para elite qurais yang mengancam untuk membunuhnya. Itu dilakukan demi menegakkan kebenaran di muka bumi ini, karena Nabi Muhammad diutus ke muka bumi oleh Allah SWT adalah untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Arti dari rahmat seluruh alam berarti tidak sebatas umat muslim saja, tetapi seluruh umat yang ada di dunia ini. Selain manusia, Nabi Muhammad juga sangat memperhatikan bagaimana lingkungan perlu tetap dijaga, hewan dan tumbuhan harus dipelihara dan dijaga kelestariannya. Dalam diri Nabi Muhammad SAW bisa kita temukan bagaimana manusia yang paripurna. Dimana dalam dirinya terdapat hal-hal yang tidak akan bisa dimiliki dan dilakukan oleh manusia lainnya. Sifat toleransinya terhadap umat lain perlu diberikan jempol. Apalagi sifat jujurnya, tidaka aka nada duanya. Sehingga tidak salah para pemuka kaum qurais memberikannya gelar al-amin dimasa kecilnya, sebelum menjadi nabi dan rasul.
Pemimpin Indonesia saat ini seharusnya menjadikan Nabi Muhammad sebagai tauladannya (panutannya), karena dialah pemimpin yang benar-benar pemimpin yang diutus oleh Allah SWT. Nabi Muhammad bukan hanya sebagai pemimpin agama, tetapi lebih dari pada itu. Beliau bisa dikatakan sebagai salah satu peletak dasar bagaimana cara melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai yang sering kita sebut saat ini sebagai negara. Nabi Muhammad memberikan contoh kepada umat manusia bagaimana tata pemerintahan dan ketatanegaraan yang baik, dimana dengan membuat hukum (undang-undang) pada zaman itu, yaitu piagam madinah. Piagam Madinah ini dibuat untuk mengatur kehidupan antara kaum mayoritas dan minoritas di Madinah, sehingga berjalan harmonis.
Masih banyak hal yang perlu ditauladani dari Nabi Muhammad, misalnya dari cara kepemimpinannya. Sifat kepemimpinan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad adalah siddiq, amanah, tabliq dan fathonah. Empat sifat dasar ini perlu dimiliki oleh pemimpin Indonesia saat ini. Andai saja ini dimiliki maka korupsi tidak akan merajalela di negeri ini. Good government dan clean government akan bisa tercapai. Para penegak hukum akan lebih santai dan mass media tidak akan disibukkan mencari informasi tentang para koruptor.  Publik akan memberikan trust kepada para pemimpin, sehingga kehidupan bermasyarakat dan bernegara akan berjalan dengan aman, nyaman dan tentram untuk mencapai tujuan berbangsa dan bernegara kita yang tertuang dalam UUD 1945.

Jadi cara terbaik untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah dengan cara kita kembali melaksanakan ajaran-jarannya yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Hadis, bukan dengan membuat acara seremonial belaka. Dan paling penting adalah rakyat Indonesia harus bisa memilih pemimpin untuk 2014 ini dengan melihat kriteria kepemimpinan yang ada dalam diri Nabi Muhammad SAW. Susah memang tetapi itu pasti ada.