hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Tuesday, 27 August 2013

MENUNGGU CAPRES DARI KONVENSI DEMOKRAT

Oleh: Dedet Zelthauzallam
Partai Demokrat sudah memulai saimbara dalam menentukan capres yang akan diusung pada pilpres 2014 mendatang. Partai pemenang pemilu 2009 ini akan menjaring capres melalui proses konvensi. Konvensi yang dilakukan PD bisa diikuti oleh kader partai maupun dari luar partai. Dengan diberikan peluang kepada tokoh dari luar partai akan membuka peluang kepada para tokoh untuk bisa maju dalam perebutan kursi RI-1.
Sampai saat ini ada beberapa nama yang sudah diundang untuk ikut dalam proses konvensi PD, baik kader partai maupun diluar. Nama-nama yang sudah diundang antara lain Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Dahlan Iskan (Menteri BUMN), Mahfud MD (Mantan ketua MK), Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan), Dino Patti Djalal (Dubes RI untuk AS), Hayono Isman (anggota DPD), Irman Gusman (Ketua DPD), Isran Noor (Bupati Kutai), Pramono Edhie Wibowo (Mantan KSAD), Marzuki Ali (Ketua DPR), Sinyo Harry Sarundajang (Gubernur Sulut) dan Soekarwo (Gubernur Jatim).
Ada 12 nama yang sudah diundang PD untuk mengikuti konvensi. Dari nama-nama tersebut ada yang merupakan kader dan nonkader. Dari nama-nam tersebut juga terdapat tokoh-tokoh yang berlatar belakang yang berbeda-beda. Ada yang dari menteri, ketua dan mantan lembaga tinggi negara sampai ke bupati. Diharapkan dari nama-nama tersebut PD bisa menghasilkan capres yang bisa mendongkrak suara pada pemilu legislatif maupun presiden 2014.
Namun apabila melihat hasil survei terakhir, maka dari 12 nama tersebut belum ada yang memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi. Nama-nama tersebut masih kalah jauh dengan capres yang sudah diusung dari partai lain. Sebut saja Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie masih unggul jauh dengan Mahfud MD ataupun Marzuki Alie.
Inilah pekerjaan dan tantangan yang harus bisa dijawab oleh komite konvensi PD. Dimana konvensi ini harus bisa menghasilkan calon yang benar-benar diidamkan oleh rakyat Indonesia, dari Sabang-Merauke. Jangan sampai konvensi ini tidak bisa menghasilkan figur yang mampu bersaing dengan capres dari partai lain.
Saat ini, Jokowi masih menjadi capres yang paling diinginkan oleh rakyat. Ini berdasarkan hasil dari beberapa lembaga survei yang selalu menempatkan orang nomor 1 di DKI ini di posisi teratas. Berdasarkan hasil survei terakhir yang dilakukan oleh Litbang kompas, menempatkan Jokowi sebagai pemenang dengan hasil 32,5%. Jokowi unggul jauh dari Prabowo Subianto yang hanya mendapatakan 17,1% suara.
Keunggulan Jokowi ini harus diwanti-wanti oleh PD. PD harus bisa mencari sosok yang sepadan dengan Jokowi. Sosok yang memiliki tipe seperti Jokowilah yang diidamkan oleh rakyat Indonesia. Sederhana,jujur dan apa adanya adalah gambaran dari Jokowi.
Akankah konvensi PD mampu menghasilkan figur yang lebih dari Jokowi? Jawabannya akan bisa kita ketahui bersama ketika PD sudah selesai melaksanakan konvensi. Tetapi, sampai saat ini calon konvensi PD belum ada yang mampu bersaing dengan Jokowi. Semoga PD bisa menjaring dan menghasilkan capres yang benar-benar memiliki kapibilatas dan integritas untuk memperbaiki bangsa ini.