hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Thursday, 22 August 2013

JOKOWI-AHOK BUKAN HANYA OMONG

Oleh: Dedet Zelthauzallam
DKI Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia memiliki masalah yang sangatlah banyak. Mulai dari masalah kemacetan, premanisme, banjir, tawuran dan sebagainya. Masalah yang sangat multidemensi inilah menjadi tantangan bagi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta  periode 2012-2017, Jokowi-Ahok.
Gubernur DKI yang terpilih, Jokowi merupakan seorang pengusaha mebal dan memiliki pengalaman sebagai Walikota Surakarta dua periode jabatan. Sedangkan Wakil Gubernur, Ahok merupakan seorang mantan bupati di Belitung dan menjadi anggota legislatif di Senayan.  Jokowi-Ahok menjadi harapan baru bagi rakyat Jakarta untuk bisa menyelesaikan masalah akut di DKI, khususnya banjir dan macet.
Amanah yang diberikan oleh rakyat Jakarta kepada Jokowi-Ahok bukanlah amanah yang kecil. Bagaimana tidak banyak sekali masalah ibu kota yang menunggu Jokowi-Ahok. Kemenangan Jokowi-Ahok merupakan kemenangan rakyat. Rakyat sangat senang dan menaruh harapan besar kepada pasangan kepala daerah ini.
Tidak disangka, nama Jokowi-Ahok sangat cepat populer di seluruh penjuru nusantara sampai-sampai di luar negeri. Ini tidak lain dan tidak bukan karena disebabkan oleh gaya kepemimpinan Jokowi yang sangat berbeda dengan pemimpin lainnya. Gaya blusukan yang dilakukan Jokowi dianggap masyarakat sebagai suatu langkah yang bagus untuk memperbaiki image para pemimpin di negeri ini. Gaya Jokowi yang sederhana, merakyat dan jujur sangat direspon baik oleh masyarkat.
Lain lagi dengan Ahok, sang wagub DKI sangat tegas dalam melaksanakan tugas dan program pemerintah DKI. Ahok tidak kenal kompromi dengan para mafia anggaran. Kemampuan manajemen Ahok sangat bisa dikatakan baik. Inilah ke dua sosok pemimpin yang saling melengkapi, ada yang langsung terjun ke masyarakat dan ada yang mengurus di tingkat atas atau di kantor.
  Lalu bagaimana program yang telah dilaksanakan Jokowi-Ahok selama kepemimpinannya? Bisa kita lihat bersama bagaimana langkah-langkah yang diambil oleh Jokowi-Ahok untuk mengatasi masalah di DKI. Banyak kebijakan yang akan dilaksanakan oleh Jokowi-Ahok, mulai dari penataan kota, pengerukan sungai, memperbaiki transportasi umum (angkutan transjakarta, kereta bawah tanah) dan sebagainya.
Langkah awal yang dilakukan oleh Jokowi-Ahok yang dinilai sangat bagus adalah dengan diadakannya lelang jabatan untuk lurah dan camat se DKI Jakarta. Ini tidak lain dan tidak bukan ditujukan supaya kinerja pegawai di DKI makin membaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan diisinya jabatan lurah dan camat oleh orang yang memiliki kapibilitas dan integritas, maka visi, misi dan program akan bisa terealisasi dengan maksimal. Lelang jabatan yang dilakukan oleh Jokowi-Ahok menjadi suatu terobosan baru bagi perbaikan birokrasi di Indonesia.
Dalam hal mengatasi kemacetan, Jokowi-Ahok sudah berencana untuk membangun transortasi massa seperti MRT. MRT dibangun untuk mengatasi masalah kemacetan untuk jangka panjang. Sedangkan untuk jangka pendek, Jokowi-Ahok telah melakukan penertiban bagi para PKL yang mengganggu lalu lintas. Keberhasilan penertiban PKL di Tanah Abang merupakan suatu hal yang dinilai oleh banyak kalangan sangat luar biasa. Ini disebabkan oleh cara penertiban pasar Tanah Abang tidak menuai keributan sebagaimana yang sering kita saksikan kalau ada penggusuran. Jokowi-Ahok dinilai mampu menyakinkan para PKL untuk pindah ke blok G Tanah Abang.
 Untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di DKI, Jokowi-Ahok sudah melakukan pengerukan dan perluasan sungai di seluruh DKI. Selain pengerukan, pemda DKI juga menertibkan rumah-rumah yang ada di pinggir sungai dan para warga dipindahkan ke rusun-rusun. Untuk jangka panjang, Jokowi-Ahok sudah menyiapkan pembangunan terowongan multiguna atau multipurpose deep tunnel.
 Selain ke dua masalah di atas, Jokowi-Ahok sudah melakukan banyak hal untuk memajukan DKI Jakarta. Mulai dari menghidupkan kembali aroma betawi dan membuat taman di tempat-tempat kumuh di DKI. Jokowi-Ahok bisa menyulap tempat kumuh menjadi tempat rekreasi, seperti di waduk Pluit.

Banyak hal yang telah dilakukan oleh Jokowi-Ahok dalam masa jabatan yang masih belum genap satu tahun. Harapan besar masyarakat kepada Jokowi-Ahok untuk keluar dari masaalh akut ini sangat ditunggu-tunggu menjadi kenyataan. JOKOWI-AHOK UNTUK DKI JAKARTA DAN SELANJUTNYA UNTUK INDONESIA.