hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Friday, 16 August 2013

KAMPANYE ALA LEGISLATOR

Oleh: Dedet Zelthauzallam
Pemilu 2014 memang masih cukup lama. Namun hawa pemilu sudah sangat terasa di tengah-tengah masyarakat. Bagaimana tidak, karena para calon anggota legislatif baik tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun pusat sudah mulai turun untuk memperkenalkan diri mereka. Spanduk dan stiker sudah mulai bermunculan di sudut jalan maupun di rumah-rumah masyarakat.
Para calon legislatif berlomba-lomba menarik simpati dari masyarkat di daerah pemilihannya masing-masing. Mereka memiliki jurus yang berbeda-beda, namun bisa dikatakan semua tehnik yang dipakai hanya menjurus ke satu muara, yaitu untuk dipilih.
Bulan Ramadhan 1434 H ini menjadi ladang yang sangat empuk bagi para legislator untuk meraih simpati dari masyarakat. Ada yang membagi-bagi sarung, mukenah dan sejenisnya. Ada juga yang melaksanakan buka bersama dengan masyarakat. Inilah caranya para legislator memikat hati masyarakat.
Memang masyarakat sangat diuntungkan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para calon legislator ini. Kebutuhan masyarakat banyak bisa terpenuhi secara gratis. Namun masyarakat perlu cerdas dalam menyikapi hal ini. Jangan sampai masyarakat terperangkap dengan pemberian yang diberikan oleh salah satu calon.

Masyarakat tidak boleh memberikan suaranya kepada mereka yang memberi, tetapi lebih ke calon yang benar-benar memiliki kapibilitas dan integritas sehingga wajah legislatif di negeri ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Masyarakat harus benar-benar berkomitmen bersama untuk menghasilkan para DPR yang berkualitas, mulai dari kabupaten/kota, provinsi dan pusat.