hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Friday, 27 September 2013

SEMUA BISA LEWAT LOBI

Oleh: Dedet Zelthauzallam
Kamis, 26 Septembar 2013 saya dan temen-temen IPDN menghadiri acara “Forum Indonesia” di Metro TV. Topik yang dibahas adalah mengenai Ruhut Sitompul yang ditolak menjadi ketua komisi III. Acara ini dihadiri oleh Bapak Priyo Budi Santosa (Waki Ketua DPR bidang politik dan hukum), anggota komisi III dan para pengamat politik. Sangat disayangkan Pak Ruhut berhalangan hadir dalam acara tersebut, karena alasan tertentu. Padahal Beliau sudah datang ke Metro TV.
Dalam acara tersebut terjadi perdebatan yang sangat sengit. Dimana ada yang menolak dan ada pula yang mau melihat Ruhut sebagai ketua. Gde Pasak selaku ketua komisi III yang masih aktif menyatakan legowo diganti sama Pak Ruhut. Apakah kata legowo ini hanya di mulut saja atau apa kita tidak tahu. Beliau juga menyatakan ingin melihat Pak Ruhut memimpin komisi III, karena Pak Ruhut lebih senior dan berlatar belakang sebagai lawyer sehingga harapan Beliau komisi III bisa menjadi lebih baik.
Berbeda lagi pendapat dari Ahmad Yani maupun Priyo Budi Santoso ataupun anggota lainnya. Banyak anggota komisi III menyatakan bahwa Pak Ruhut bukannya tidak diterima, tetapi jiwa kepemimpinan dari Ruhut tidak ada. Kemampuan memang oke, tetapi Ruhut sangat minim etika. Ruhut dinilai sebagai orang yang sangat plin plan. Ini bisa dilihat dari berbagai pernyataan Beliau yang kadang-kadang menusuk ke orang dan sebentar-sebentar Beliau memuji orang tersebut.
Priyo selaku wakil ketua DPR yang membawahi komisi III melihat bahwa sosok Pak Ruhut sangat menarik. Menarik dalam artian Ruhut itu ibarat artis. Kontroversi yang menimpa penunjukan Ruhut ini akan diselesaikan dalam waktu seminggu. Fraksi Demokrat diberi kesempatan untuk melakukan lobi selama seminggu. Priyo menyerahkan sepenuhnya kepada fraksi Demokrat, apakah mau melanjutkan Ruhut atau lainnya.
Pengamat komunikasi politik, Prof. Tjipta Lesmana mengatakan bahwa Ruhut itu sangat tidak cocok mengemban amanah menjadi ketua komisi III. Ini disebabkan oleh minimnya etika Ruhut.
Dari debat tersebut, bisa saya simpulkan bahwa segala sesuatu bisa diselesaikan melalui lobi. Lobi dalam artian ini memang ambigu. Apakah lobi dalam hal positif atau negatif. sepertinya lobi dalam hal ini mengarah ke arah negatif. Sepertinya akan terjadi bergainning antar fraksi. Ini mungkin akan menjadi ladang yang sangat basah bagi para anggota komisi III untuk mendukung dan menjadikan Ruhut sebagai ketua komisi III.
Kita menunggu hasil lobi di komisi III. Apakah komisi yang dikatakan seksi ini akan menunjuk Ruhut atau apa. Jawabannya akan kita dapatkan satu minggu ke depan. Semoga saja tidak diundur, sehingga problem di komisi III cepat selesai dan komisi III akan memulai bekerja di akhir masa kerjanya sebelum pileg 2014.