hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Monday, 2 September 2013

JANGAN MENYERANG SURIAH

Oleh: Dedet Zelthauzallam
Isu mengenai rencana Amerika Serikat untuk menyerang Suriah semakin hari semakin menjadi soroton dunia. Pro dan kontra mengenai rencana tersebut pun berhembus. Banyak negara yang mengecam aksi yang akan dilakukan oleh Amerika ini, khususnya oleh para sekutu Suriah. Rusia, Cina dan Iran secara tegas menentang aksi militer yang akan dilakukan oleh negeri Paman Sam ini. Para sekutu suriah ini menyatakan konflik yang terjadi di Suriah tidak bisa diselesaikan melalui jalur militer/kekerasan.
 Meskipun mendapat kecaman dari negara lain, Amerika tetap bersikukuh akan melakukan penyerangan untuk menjatuhkan Presiden Bashar Al-Asad. Amerika mengklaim Assad sudah menggunakan senjata kimia dalam melawan oposisi. Namun penggunaan senjata kimia itu dibantah oleh rezim Assad. Assad dengan tegas menyatakan tidak menggunakan senjata kimia, yang menggunakannya adalah para pemberontak. Assad malah mengatakan ini hanya cara dari Amerika Serikat untuk menggandu domba.
Penyerangan Amerika Serikat ke Suriah sebenarnya belum mendapatkan restu dari parlemen. Tetapi meskipun belum mendapatkan persetujuan, Presiden Obama menyatakan akan secepatnya menyerang Suriah. Obama sangat berharap parlemen setuju dengan rencananya.
Memang penyerangan Gedung Putih ke Suriah untuk menjatuhkan Assad sudah terpendam sejak lama. Tetapi negeri Paman Sam ini selalu tidak mendapatkan setuju dari DK PBB, karena Cina dan Rusia menolaknya. Inilah alasan Amerika tidak mau meminta restu dari PBB, karena ambisinya akan terbendung oleh Cina dan Rusia.
Saat ini, Amerika masih mencari teman untuk menyerang Suriah. Hanya Prancislah sekutu yang masih berpeluang untuk membantu Amerika Serikat, karena Inggris tidak mendapatkan dukungan dari parlemen. Prancis pun masih belum mendapatkan restu dari parlemen.
Apabila rencana negeri Paman Sam untuk menyerang Suriah benar, maka ditakutkan akan berdampak besar. Ini disebabkan karena Iran selaku sekutu Suriah sangat mengecam dan malah mengancam balik akan menyerang Israel. Apabila benar terjadi pasti akan menjadi sebuah peperangan yang luar biasa. Dan tidak dipungkiri, Rusia dan Cina akan membantu rezim Assad.
Dampak yang luas inilah yang perlu dipikirkan oleh Amerika Serikat. Negeri super power ini jangan terbawa emosi dan ambisi yang besar dalam menghadapi rezim Assad. Banyak kalangan menyatakan bahwa ini hanya akal-akalan dari Amerika untuk menguasai Suriah. Penggunaan senjata kimia hanya permainan Amerika. Misi penyerangan ke Suriah tidak akan jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Amerika pada Irak. Hal seperti inilah yang ditakutkan, jangan sampai Suriah sama seperti Irak. Lihat bagaimana Irak saat ini, negeri yang kaya minyak malah sekarang ini menjadi negeri yang dihantui masalah yang bertubi-tubi. Ini tidak lain disebabkan oleh kerakusan negeri Paman Sam.
Amerika sebagai negeri yang bisa dikatakan terkuat saat ini harus lebih berpikir untuk negara lain. Misi kemanusian yang dibawa Amerika malah hanya menjadi pembenar saja. Mengatas namakan kemanusian malah menjadi jargon yang bertolak belakang dengan apa yang akan dilakukan Amerika. Banyak orang yang akan terkena dampak buruk terhadap aksi militer ke Suriah. Indonesia salah satu yang akan terkena dampaknya. Dampak yang paling utama untuk Indonesia adalah naiknya harga minyak dunia. Suplai minyak akan terganggu akibat serangan rezim Obama ke rezim Assad. Ini akan membuat harga minyak akan melambung.
Jadi bisa dikatakan bahwa rencana aksi militer yang akan dilakukan Amerika lebih baik tidak dilakukan. Mengingat dampak yang luas akan dirasakan dunia intenasioanal. Apalagi saat ini krisis sedang melanda. Krisis saat ini akan tambah mencekam ketika Amerika melakukan penyerangan. Lebih baik negeri Paman Sam melakukan tindakan diplomatik untuk mengatasi konflik Suriah. Hal ini malah akan menjadi solusi yang terbaik bagi Surihah dan dunia internasional.