hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Sunday, 22 September 2013

INDONESIA NEGERINYA PARA MAFIA

Oleh: Dedet Zelthauzallam
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, mafia diartikan sebagai organisasi atau kelompok rahasia yang bergerak di bidang kejahatan. Mafia itu sebenarnya berasal dari bahasa Italia, yang artinya pria terhormat. Mereka menyebutnya dengan istilah “Mafioso” yang menunjukkan kelompok-kelompok yang melakukan kejahatan. Saat ini memang kata mafia itu selalu diidentikkan ke hal-hal yang negatif.
Di Indonesia, kata mafia sangat sering digunakan untuk menggambarkan orang atau sekelompok orang yang melakukan perbuatan yang melanggar aturan. Mafia di Indonesia sering juga dikatakan sebagai “calo”. Calo ini bisa dilihat baik di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan (masyarakat sosial). Profesi mafia atau calo bisa dilakukan oleh siapa pun, baik yang berpendidikan maupun yang tidak.
Sebenarnya mafia itu memiliki fungsi untuk membantu orang atau organisasi tertentu untuk mencapai tujuan. Mafia hanya bersifat sebagai prantara. Yang menjadi masalah adalah proses yang dilalui oleh para mafia. Biasanya para mafia menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan yang sudah dipesan. Para pengguna mafia memilih jalur yang instan hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan kroninya.
Banyak macam mafia. Hampir semua sektor di negeri ini memiliki mafia atau calo. Mulai dari mafia pajak, mafia hukum, mafia anggaran, mafia kayu, mafia PNS/Pegawai, dan masih banyak lagi jenis mafia. Mafia itu bisa dari kalangan berdasi atau pun yang  non berdasi. Mafia seolah-olah menjadi sebuah profesi yang sangat basah bagi mereka.
Banyak orang lebih senang menggunakan mafia untuk mencapai tujuan tertentu. Balas jasa pun menjadi hal yang sudah menjadi tradisi dalam menggunakan mafia. Meskipun harus membayar dengan rupiah yang sangat banyak, orang atau kelompok tertentu tidak pernah kapok dan malah makin menjadi-jadi.
Bisa dilihat, bagaimana di legislatif, ekskutif dan yudikatif sering terjadi tawar menawar antara kelompok ini dengan kelompok lainnya dalam menentukan kebijakan. Mulai dari penentuan besar pajak sampai memuluskan perijinan. Gayus Tambunan adalah salah satu contoh mafia pajak yang tertangkap tangan. Gayus merupakan satu dari sekian banyak mafia yang ada di perpajakan. Lalu siapakah yang bisa menangkap Gayi=us lainnya?
Lain lagi yang terjadi di DPR, banyak sekali mafia yang berkeliaran. Mulai dari mafia anggaran sampai mafia peraturan perundang-undangan ada disini. Contoh yang sedang hangat-hangatnya adalah kasus seorang calon hakim agung yang tidak saya sebutkan namanya ditemukan di toilet sedang bertemu dengan seorang anggota DPR disela-sela fit and propert test. Meskipun kasus ini belum diketahui indikasinya secara jelas, namun perlu dipertanyakan ada apa seorang calon hakim agung bertemu dengan anggota DPR di toilet? Apakah ada tawar menawar atau apa?
Masalah mafia ini memang sangat sulit untuk dihilangkan. Dimana banyak orang yang terlibat dalam masalah ini. Banyak kepentingan yang terlibat yang sudah tersusun secara terorganisir. Cara yang paling efektif untuk menghilangkan mafia ini adalah mulai dari diri sendiri.
Para mafia ini menjadi batu sandungan untuk mencapai tujuan negeri ini. Tujuan negeri ini akan sulit tercapai apabila mafia masih berkeliaran. Mafia harus dan wajib untuk dimusnahkan supaya apa yang menjadi tujuan negara ini bisa dicapai.