hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Wednesday, 25 September 2013

U-19 MENGAKHIRI PACAKELIK

Oleh: Dedet Zelthauzallam
Minggu, 22 Septembar 2013 adalah hari yang sangat bersejarah bagi sepak bola Indonesia. Dimana Timnas Sepak Bola U-19 mampu mengakhiri pacakelik juara. Bayangkan saja, gelar juara dari sepak bola terakhir diperoleh pada tahun 1991 di SEA Games Manila. Setelah itu timnas nihil juara sampai U-19 menjadi juara. Timnas U-19 mengalahkan Vietnam lewat pertarungan adu finalti yang sangat menegangkan.
 Patut kita berbangga kepada timnas sepak bola U-19 yang mampu mempersembahkan gelar bagi sepak bola Indonesia. Ini merupakan kebanggaan yang luar biasa. Prestasi yang didapatkan oleh timnas U-19 diusia yang dikatakan masih sangat belia harus dijadikan contoh bagi timnas senior. Kata pahlawan pun patut disandangkan kepada mereka. Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pun tidak segan-segan mengatakan mereka sebagai pahlawan.
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari keberhasilan U-19 menjadi juara. PSSI sebagai organisasi sepak bola tertinggi harus mampu melihat potensi yang dimiliki oleh anak bangsa ini. PSSI harus lebih memperhatikan bakat anak bangsa ini. Jangan sampai potensi yang dimiliki oleh anak bangsa ini tertimbun, karena kurangnya perhatian. Regenerasi pemain sangat perlu dilakukan, supaya sepak bola bisa menghadirkan banyak gelar.
 Sepak bola menjadi salah satu cara yang sangat tepat untuk meningkatkan semangat nasionalisme. Semangat nasionalisme yang semakin tidak jelas di negeri ini harus bisa dibangkitkan melalui sepak bola. Sepak bola di negeri ini harus lebih diperhatikan lagi, sehingga timnas ini menjadi tim yang bisa bersaing, bukan hanya di ASEAN tetapi kalau bisa ASIA dan dunia.
Sebenarnya sepak bola adalah salah satu bidang olahraga yang bisa memberikan dampak yang sangat banyak bagi suatu negara, khususnya ekonomi. Bisa dilihat saat ini sepak bola menjadi tontonan yang paling utama di sentero dunia. Pemain sepak bola memiliki gaji selangit. Pemain seperti Ronaldo memiliki pendapatan bersih 5 miliar per minggu. Bayangkan saja perekonomian suatu negara akan sangat dipengaruhi oleh sepak bola. Jadi bisa dikatakan sepak bola perlu lebih diperhatikan untuk bisa mendongkrak perekonomian negeri ini.

Prestasi yang didapatkan timnas U-19 perlu dijadikan tonggak kebangkitan sepak bola negeri ini. Jangan sampai eforia juaara hanya dirasakan di U-19. Timnas senior dan U-23 harus lebih baik dan memberikan krbanggaan bagi seluruh masyarakat negeri ini. Maju terus sepak bola Indonesia.