hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Thursday, 11 July 2013

BALSAM TIDAK MENDIDIK

Oleh: Dedet Zelthauzallam
Kebijakan pemerintah untuk menaikkan BBM jenis premium dan solar mendapatkan perlawanan dari mahasiswa, buruh maupun masyarakat lainnya. Namun hal itu tidak bisa menghentikan niat pemerintah untuk menaikkan BBM. BBM tetap dinaikkan pemerintah. Kenaikan bahan pokok, angkutan dan lainnya tidak bisa dihindari lagi.
Dampak kenaikan BBM pasti akan menjamur ke sektor lainnya, mulai dari kenaikanan harga angkutan umum, bahan pokok, jasa pengiriman dan sebagainya. Dalam menghadapi masalah tersebut pemerintah tidak serta merta diam. Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan, salah satunya adalah pemberian Bantuan Langsung Sementara (BLSM atau BALSAM) kepada masyarakat kurang mampu.
BLSM diberikan selama empat bulan dengan jumlah Rp 600.000,- atau Rp 150.000,- per bulan kepada setiap kepala keluarga. Pemerintah memberikan BLSM ini dengan dalih untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam menghadapi dampak kenaikan BBM.
Lalu muncul pertanyaan, akankah uang Rp 150.000 per bulan bisa mmebantu masyarakat kurang mampu? Pasti jawabannya tidak, karena uang dengan jumlah seperti itu hanya akan habis dalam sehari.
Kebijakan pemerintah memberikan BALSAM dinilai kurang tepat oleh banyak kalangan. Mengingat BALSAM ini memiliki banyak dampak negatif dan sarat muatan politik menuju 2014. Program BALSAM ini tidak jauh berbeda dengan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sudah dilakukan pada saat kenaikan BBM sebelumnya.
Program BALSAM ini membuktikan bahwa pemerintahan SBY lebih suka memberikan ikan daripada kailnya. BALSAM memberikan efek malas kepada masyarakat. Pemerintah tidak mengajarkan masyarakat untuk bekerja atau membuka usaha. Seharusnya pemerintah mengalihkan subsidi BBM ke hal lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau mata pencaharianya. Misalnya petani diberikan subsidi benih, pupuk dan kebutuhan-kebutuhan pertanian lainnya. Sedangkan untuk nelayan diberikan subsidi beras dan kebutuhan lainnya.
Pemberian subsidi BBM berdasarkan latar belakang masyarakat akan lebih efektif dan efesien serta lebih tepat sasaran, sehingga subsidi tersebut bisa digunakan dengan maksimal. Subsidi BBM seperti ini akan membuat masyarakat bisa memenuhi kekurangan bagi masyarakat tidak mampu.
Program BALSAM saat ini banyak sekali kelemahan, mulai dari tidak tepat sasaran sampai pembagian yang amburadul. Pemerintah harus menjadikan hal ini sebagai pelajaran dalam mengambil kebijakan ke depan.