hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Wednesday, 10 July 2013

ATURAN POKOK KONVENSI CAPRES DEMOKRAT

Oleh: Dedet Zelthauzallam
Tahun 2014 akan dilaksanakan pemilihan presiden di Indonesia. Meskipun masih satu tahun lebih, sudah ada beberapa partai besar yang telah mendeklarasikan dan menunjuk bakal calon presiden dan wakil calon presidennya untuk bertarung dalam merebut RI-1 dan RI-2. Pilpres 2014 akan menjadi penentuan presiden baru, karena incumbent, SBY, sudah tidak bisa lagi mencalonkan diri, karena sudah dua periode jabatan.
Ada beberapa nama yang telah menyatakan dengan resmi mencalonkan diri menjadi presiden. Pasangan Wiranto dan HT merupakan pasangan yang pertama mendeklarasikan dirinya untuk siap menjadi presiden dan wakil presiden. Selain Wiranto-HT ada Abu Rizal Bakrie (ARB) dari Partai Golkar dan Prabowo Subianto (Partai Gerindara) juga telah menyatakan siap bertarung menjadi capres 2014.
Partai penguasa saat ini, Partai Demokrat belum menentukan siapa yang menjadi calon presiden ataupun calon wapres untuk 2014. Partai Demokrat memiliki system tersendiri dalam menjaring capres dan cawapresnya. Sistem yang dipilih oleh PD adalah system konvensi. System konvensi digunakan oleh PD untuk mendapatkan capres dan cawapres yang benar-benar memiliki kualitas, kapabalitas dan memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi sehingga bisa menang dalam pertarungan 2014.
Sistem konvensi PD pastinya memiliki aturan-aturan yang harus dimiliki oleh peserta yang ingin maju menjadi capres 2014. Ada beberapa aturan pokok konvensi yang dikeluarkan oleh PD yang disampaikan oleh SBY, diantaranya:
1.    Sistem Konvensi Bersifat Semi Terbuka
Artinya konvensi PD bisa diikuti oleh kader partai dan diluar partai. Jadi kader dari luar PD juga memiliki peluang menjadi presiden dari PD.konvensi merupakan proses seleksi dan dilaksanakan secara terbuka dan transparan. Konvensi ini melibatkan rakyat untuk menentukan dan menetapkan siapa yang kira-kira cocok menjadi capres dari PD. Dengan melibatkan rakyat PD mengharapkan capres yang akan diusung bisa memenangkan RI-1.
2.    Organisasi Konvensi Dibentuk Komite Konvensi
Komite konvensi ini bertugas menyelenggarakan semua kegiatan seleksi dan konvensi. Pengurus komite konvensi terdiri dari intern PD dan tokoh-tokoh independent yang memiliki kemampuan dan integritas. Jadi yang menentukan dan melakukan seleksi adalah komite konvensi yang bertanggung jawab kepada Majelelis Tinggi PD.
3.    Peserta Konvensi adalah Keder dan Non-Kader PD
Ini akan memberikan peluang kepada para tokoh yang belum memiliki partai untuk bisa menjadi capres di 2014, seperti Mahfud MD. Komite konvensi akan menentukan syarat-syarat untuk setiap calon yang akan mengikuti konvensi. Komite konvensi akan melakukan penjaringan kepada mereka yang cocok dan memenuhi criteria partai.
4.    Kegiatan Konvensi atau Seleksi Kandidat
Seleksi ini berupa pengenalan kandidat, wawancara media dan debat antar kandidat oleh komite konvensi.
5.    Waktu atau Tahapan Konvensi
Proses konvensi PD akan berlangsung selama 8 bulan, mulai dari Septembar-April 2014 dan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama berlangsung dari Septembar-Desembar 2013 dan tahap kedua dari Januari sampai April 2014. Komite konvensi akan menentukan nama peserta konvensi pada akhir Agustus 2013.
6.    Peserta Gratis
Semua kegiatan atau proses selama konvensi dibiayai oleh anggaran PD. Jadi peserta tidak dipungut biaya., dengan kata lain serba gratis.
System konvensi yang dilakukan PD akan memiliki dampak positif dan negative. Namun harapan dari PD pastinya dengan dilakukannya konvensi ini bisa dan mampu menjaring dan mendapatkan presiden yang memang memiliki integritas, sehingga RI-1 tetap menjadi milik PD.
Menarik memang untuk diikuti perkembangan dari partai besar dalam menentukan capres dan cawapres di 2014. Pastinya rakyat Indonesia sangat mengharapkan partai besar bisa menunjuk capres/cawapres yang benar-benar berkualitas dan berintegritas tinggi.
Masih ada beberapa partai besar  belum menentukan siapa yang akan menjadi capres/cawapresnya, salah satunya PDIP. Sampai saat ini partai banteng belum menentukan capres/cawapresnya. Rakyat indonesia sangat menunggu keputusan dari PDIP, mengingat saat ini PDIP memiliki kader yang sangat populer dan dinantikan rakyat Indonesia. Kader itu tidak lain tidak bukan adalah Jokowi. Hasil survey menunujukkan bahwa Jokowi selalu berada diposisi tertinggi, jauh mengalahkan komandanya, Megawati.
Akankah Buk Mega legowo mengusung Jokowi. Rakyat Indonesia pastinya sangat menunggu. Menarik dan akan makin menarik untuk diikuti perkembangan politik menuju 2014.