hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Wednesday, 20 March 2013

KETIKA ENTREPREANERSHIP DIBIROKRASIKAN


Oleh : Dedet Zelthauzallam
Dewasa ini, kata entrepreanership mungkin tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Kata ini mungkin sudah sangat familiar di kalangan masyarakat, baik itu di kalangan muda maupun tua, apalagi bagi pengusaha. Banyak yang telah menggunakan kata entrepreanership sebagai kosa kata dalam kehidupan sehari-hari, baik secara formal maupun informal. Entrepreanership itu arti sederhananya adalah berwirausaha.
Jiwa entrepreanership dinilai memiliki kelebihan yang perlu diikuti dan dilaksanakan oleh setiap orang maupun instansi/lembaga/unit. Jiwa entrepreanership memberikan sebuah paradigma berpikir yang inovatif, sehingga mampu melihat dan mengolah peluang dengan cepat. Jiwa entrepreanership juga bekerja sesuai dengan prinsip manajemen (efektif, efesien, ekonomis dan equality). Seorang pengusaha harus memiliki kemampuan untuk menarik pelanggan. Kemampuan yang paling penting adalah bagaimana caranya seorang pengusaha berkomunikasi dengan pelanggannya. Komunikasi yang baik akan membuat pelanggan akan selalu mencari pengusaha tersebut.
Apabila kita bandingkan entrepreanership dengan birokrasi, maka sangat bertolak belakang. Bisa dilihat bagaimana birokrasi di Indonesia itu sangat berbelit-belit. Birokrasi itu memberikan prosedur yang sangat panjang dalam memberikan pelayanan. Bisa dilihat juga, bagaimana sikap dari aparat birokrasi itu sendiri. Aparat birokrasi tidak memiliki sikap/attitude yang baik untuk bisa membuat masyarakat senang untuk datang. Malah dengan sikap apatis aparat birokrasi masyarakat malas untuk datang ke kantor Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten dan sebagainya.
Birokrasi seharusnya mengambil nilai yang ada di entrepreanership. Ketika birokrasi mengadopsinya maka kekurangan atau kelemahan dari birokrasi itu bisa untuk diminimalisir. Birokrasi akan bisa menjawab persoalan ketika birokrasi mau untuk keluar dari yang namanya prosedur. Prosedur itu harus tetapi jangan terlalu memakan waktu yang lama.
Jadi bisa dikatakan bahwa birokrasi perlu untuk dientrepreanership. Harapan kita adalah birokrasi di Indonesia makin baik untuk bisa meningkatkan pelayanan untuk masyarakat. Masyarakat sudah muak dengan model birokrasi saat ini. Masyarakat menunggu birokrasi yang seperti entrepreanership.