hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Sunday, 2 February 2014

CHANGE![1]


Reviewer: Dedet Zelthazallam
“Change!” adalah buku karangan dari Rhenald Kasali[2] yang menjadi salah satu buku best seller. Buku “Change!” ini ditulis ditengah-tengah kesibukannya, sehingga penulis menyebutnya  sebagai buku yang paling lama berkelana sebelum dilahirkan. Buku ini sumbernya berasal dari bacaan beberapa literatur dan pengalaman pribadi penulis serta hasil wawancara dengan para tokoh-tokoh perubahan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Inilah yang menyebabkan “Change!” sebagai buku yang mudah dipahami, karena disajikan secara sistematis dengan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami dan dilengkapi dengan kata-kata mutiara dari tokoh perubahan. Disajikan dengan menceritakan pengalaman-pengalaman para tokoh perubahan dalam menghadapi gelombang perubahan yang menakutkan, namun mereka mampu keluar sebagai pemenang.
Penulis mengatakan bahwa buku “Change!” ini dipersembahkan kepada siapa saja yang terpanggil untuk melakukan perubahan, mulai dari kalangan pengusaha, dosen, guru, siswa, mahasiswa, politikus, seniman dan para tokoh masyarakat serta semua elemen masyarakat lainnya. Tetapi menurut reviewer, buku ini lebih cocok untuk para pengusaha atau entrepreneurship.
“Change” dalam bahasa Indonesia berarti perubahan. Perubahan dalam KBBI diartikan sebagai peralihan atau pertukaran. John F. Kennedy mengatakan bahwa change is the law of life. Ini berarti mau tidak mau, suka tidak suka, perubahan itu pasti terjadi dan akan berdampak langsung pada keberlangsungan kehidupan kita. Itulah mengapa pentingnya kita mengenal dan memahami perubahan itu, baik perubahan yang terjadi pada diri manusia, perusahaan dan negara (pemerintahan).
Berubah adalah hal yang mudah diucapkan, tetapi sulit untuk dilaksanakan. Dimana dalam perubahan itu harus ada suatu peralihan dari zona kenyamanan (comfort zone) ke zona ketidaknyamanan (discomfort zone). Perubahan ini dapat digambarkan seperti angka S yang tertidur atau yang disebut dengan “Sigmoid Curve”.
Buku “Change!” ini terdiri dari lima bagian dan empat belas bab dengan jumlah halaman 456+xlvii. Buku ini mencoba menggali konsep dasar perubahan, proses perubahan sampai dengan bagaimana kita mengubah budaya korporat dan membuat pesta perubahan dengan adanya manajemen harapan.

Ø  Alasan Mengapa Harus Berubah?
1.    Perubahan pertanda kehidupan
2.    Perubahan memberikan harapan
3.    Perubahan membawa pembaruan

Ø  Karakteristik Change
1.    Begitu misterius
2.    Memerlukan change maker
3.    Tidak semua bisa melihat perubahan
4.    Terjadi setiap saat
5.    Ada sisi keras dan lembut dari perubahan
6.    Membutuhkan waktu, biaya dan kekuatan
7.    Ada upaya khusus
8.    Adanya mitos-mitos
9.    Menimbulkan ekspektasi
10. Menakutkan dan menimbulkan kepanikan-kepanikan


Ø  Teori-Teori Perubahan
1.    Teori ForceField dari Kurt Lewin (1951)
2.    Teori Motivasi dari Beckhard & Lewis (1987)
3.    Teori Proses Perubahan Manajerial (General Manager-Led Process Model) dari Beer et. al. (1990)
4.    Teori-teori OD dalam Perubahan
5.    Teori Contingency dalam Manajamen Perubahan dari Tennenbaum & Schmidt (1973)
6.    Teori-teori Manajemen Kerjasama
7.    Teori-teori untuk Mengatasi Resistensi dalam Perubahan
8.    Model Accounting-Turnaround dari Harlan D. Platt (1998)

Ø  Masalah dalam Perubahan
1.    Gagal Melihat => Melihat
Penyebab
Solusi
·         Tidak ada cahaya sama sekali
·         Terlalu banyak cahaya
·         Peta yang salah
·         Melihat dalam terowongan

·         Menciptakan kontras
·         Konfrontasi
·         Gabungan kontras dan konfrontasi

2.    Gagal Bergerak => Bergerak
·         Hitung-hitungan risiko
·         Tidak adanya kejelasan
·         Tidak ada dukungan
·         Blue print strategy

3.    Gagal Menyelesaikan => Menyelesaikan
·         Perubahan terlalu tegang/serius
·         Terlalu sering berubah
·         Perjalanan yang panjang
·         Kurang dukungan
·         Rutinitas

Ø  Hal-Hal yang Harus Dihindari di Masa Transisi (Perubahan)
1.    Budaya Ketakutan (culture of fear)
2.    Budaya Menyangkal (culture of denial)
3.    Budaya Kepentingan Pribadi (culture of self-interest)
4.    Budaya Mencela (culture of cynicism)
5.    Budaya Tidak Percaya (culture of distrust)
6.    Budaya Anomi (culture of anomie)
7.    Budaya Mengedepankan Kelompok (the rise of underground subcultures)

Ø  Hubungan antara Melihat dan Percaya
1.    Seeing is Believing (Perlu melihat sebelum percaya)
2.    Believing is Seeing (Percaya maka saya akan melihat)

Ø  Strategi Perubahan
Black & Gregersen (2002) membagi jenis-jenis strategi perubahan dalam tiga katagori:
1.    Perubahan Antisipatif (Anticipatory Change)
2.    Perubahan Reaktif (Reactive Change)
3.    Perubahan Krisis (Crisis Change)

Ø  Merumuskan Strategi Perubahan (Pietersen, 2002)
1.    Pelajari Situasi, cari “insight” sedalam mungkin
2.    Fokus, buatlah pilihan-pilihan pribadi
3.    Satukan strategi ke dalam sistem organisasi
4.    Eksekusi, yaitu lakukan perubahan secara bertahap dan membuat eksperimen dari gagasan baru.


[1] Buku “CHANGE!” direview pada hari Minggu, 2 Februari 2014 di Kampus IPDN CIlandak
[2] Rhenald Kasali, Ph.D., adalah Guru Besar FEUI, penulis dan pengusaha