hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Wednesday, 18 December 2013

WARNING BAGI PEJABAT LOMBOK TENGAH

Oleh: Dedet Zelthauzallam
Good job untuk KPK, karena sudah mampu menangkap para pencuri uang negara alias koruptor di daerah kabupaten. KPK berhasil menangkap Subari Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya, Kabupaten Lombok Tengah bersama seorang pengusaha bernama Lustiana pada malam Minggu (14 Desember 2013) di salah satu hotel di Senggigi. Ini terkait dengan kasus pemalsuan akta tanah di wilayah Lombok Tengah.
Dengan penangkapan Kejari Praya dan pengusaha ini memberikan sinyal bahwa KPK bukan hanya ada di Jakarta dan sekitarnya, tetapi sudah bisa menjangkau di daerah kabupaten. Dari penangkapan ini, maka para elite daerah, baik pejabat, elite politik dan pengusaha di daerah pasti akan lebih takut untuk melakukan tindakan korupsi, karena KPK ada dimana-mana.
Khususnya untuk Kabupaten Lombok Tengah, ini menjadi sejarah baru, karena ini merupakan kasus pertama yang ada menjerat para elite. Kasus ini pastinya akan memiliki efek yang besar bagi prilaku pejabat Lombok Tengah yang selama ini tidak tersentuh oleh penegak hukum. Bagi pejabat yang melakukan tindakan seperti ini pasti akan lebih menahan dan harapan besar dari masyarakat adalah tidak melakukan korupsi.
Kalau melihat persoalan tanah di Kabupaten Lombok Tengah, khususnya di bagian selatan, maka saat ini tanah menjadi rebutan utama para pengusaha. Ini tidak lain dan tidak bukan, disebabkan oleh peluang wilayah selatan sebagai tempat utama tujuan wisata.
Setelah bandara internasional, BIL, di Kabupaten Lombok Tengah diresmikan, banyak sekali para konglomerat membeli tanah. Rata-rata kepemilikan tanah di dekat pantai dan jalan utama sudah bukan milik masyarakat sekitar, tetapi miliknya para pengusaha.
Miris memang kalau ini terus menerus dibiarkan. Masyarakat asli akan menjadi penonton dari kemajuan Lombok Tengah bagian selatan. Seharusnya pejabat pemerintah bisa mengatur hal seperti ini, supaya masyarakat asli tidak termarjinalkan oleh para pengusaha.

Dengan adanya penemuan kasus korupsi seperti ini, diharapkan elite partai bisa lebih sadar dan pro dengan masyarakat kecil. Pejabat pemerintah akan sadar dengan bagaimana pengelolaan keuangan dan pertanahan di Lombok Tengah.