hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Monday, 8 April 2013

Perencanaan dan Rekrutmen SDM



1.    Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM)
Keterbatasan berbagai sumber yang dimiliki suatu organisasi adalah terbatas, sedangkan keinginan yang ingin dituju tidak terbatas, maka penting untuk dilakukan strategi dalam bentuk perencanaan. Pengaturan sumber daya anggaran disiasati dengan prencanaan anggaran, keterbatan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dijawab dengan perencanaan sumber daya manusia.   
Sondang Siagian (1997 :  44-47) mengemukakan manfaat perencanaan SDM  meliputi antara lain :
1)    organisasi dapat memanfaatkan SDM yang sudah ada dalam organisasi secara lebih baik;
2)    produktivitas kerja dari tenaga yang sudah ada dapat ditingkatkan;
3)    penentuan kebutuhan akan tenaga kerja di masa depan;
4)    penanganan informasi ketenagakerjaan.


2.    Rekrutmen SDM
Rekrutmen adalah proses mencari, menemukan dan menarik para pelamar yang kapabel untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi (Sondang : 1997 : 102). Lebih lanjut dijelaskan bahwa proses rekrutmen perlu dikaitkan dua hal :
1)    Para pencari tenaga kerja baru perlu mengkaitkan identifikasi lowongan kerja dengan informasi tentang analisis pekerjaan;
2)    Komentar para manajer yang kelak akan membawahi tenaga kerja baru perlu dipertimbangkan.
Substansi rekrutmen sumber daya manusia adalah terdapatnya kesesuaikan di antara tenaga kerja yang akan diambil dengan kualifikasi pekerjaan yang akan dikerjakan oleh pekerja baru dalam sebuah organisasi atau dalam suatu perusahaan, agar kinerja organisasi menjadi lebih baik, dengan demikian maka organisasi akan semakin produktif, efisien dan efektif.
Khusus untuk rekrutmen sumber daya aparatur (SDA) pada organisasi publik, seperti di pemerintahan, diperlukan penelitian yang cermat dan mendalam. Kecenderungan pada era reformasi yaitu penyelenggaraan otonomi daerah, akhir-akhir ini terdapat kecenderungan untuk mengangkat pegawai sebanyak mungkin tanpa didasari kajian akademis yang memadai, serta mengabaikan faktor keseimbangan antara kemampuan keuangan daerah dengan personil yang dibutuhkan. Para ahli menawarkan dua opsi untuk lebih  meningkatkan kinerja SDA berkkait dengan jumlah pegawai yang terlalu banyak, antara lain sebagai berikut :
1)    Rekrutmen menggunakan model “pertumbuhan nol” (zero growth), yaitu pengangkatan pegawai baru sebanyak pegawai yang purna bakti atau pensiun, misalnya yang pensiun pada tahun ini 10 orang maka yang diangkat 10 orang tidak kurang dan tidak lebih;
2)    Model “pertumbuhan kurang: (minus growth),  yaitu tidak mengangkat pegawai baru walaupun ada yang pensiun, misalnya pada tahun ini 10 orang pensiun, tetap tidak mengkat pegawai, hal ini dilakukan sampai dengan jumlah pegawai ideal di pemerintahan daerah tersebut.