hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Saturday, 6 April 2013

BADAI GLOBALISASI MEMBAHAYAKAN INDONESIA


Oleh : Dedet Zelthauzallam
Di abad XXI ini, dunia sudah memasuki zaman yang dinamakan globalisasi.  Di zaman globalisasi ini masyarakat dunia makin dimanjakan, baik dengan tehnologi informasi, transportasi, pengetahuan dan lainnya. Bayangkan saja masyarakat di suatu negara bisa dengan cepat mendapatkan informasi mengenai keadaan suatu negara. Misalnya, masyarakat Indonesia mau mengetahui tentang Inggris, maka tidak perlu pergi kesana tetapi cukup mencari atau membuka di internet atau bahasa krennya cukup tanya sama “Mbah Google”.
Globalisasi memang banyak memberikan kemudahan bagi masyarakat. Namun juga bisa menjadi bumerang bagi masyarakat itu sendiri. Maksudnya adalah ketika masyarakat tidak bisa untuk memfilter informasi yang ada menjadi sebuah hal yang positif, maka masyarakat akan dengan cepat terkontaminasi dengan informasi tersebut. Aspek budaya merupakan hal yang paling memprihatinkan dan paling ditakuti untuk terkontaminasi. Saling mempengaruhi di bidang kebudayaan baik itu dari nilai-nilai dan kebiasaan dalam bermayarakat akan sangat gampang dilakukan.
Bangsa Afrika dan Asia, khusunya Indonesia yang terkenal memiliki banyak budaya adalah bangsa yang harus bisa memfilter dengan baik. Globalisasi yang menawarkan banyak pilihan dengan mudah tidak boleh membawa dampak yang negatif terhadap kehidupan masyarakat.
Dewasa ini, Indonesia sedang terombang-ambing. Dikatakan demikian karena masyarakat Indonesia sedang terhipnotis dengan globalisasi. Globalisasi di Indonesia bukan malah memberikan dampak positif, tetapi malah lebih banyak dampak negatifnya. Ini menjadi problem masyarakat Indonesia dalam mempertahankan budaya yang sudah ada sejak dahulu kala. Masyarakat Indonesia harus lebih jeli untuk melihat globalisasi.
Masyarakat Indonesia tidak boleh dibiarkan untuk terus menerus terhanyut dalam zaman globalisasi. Globalisasi di Indonesia harus tertata secara sistematis demi menjaga keberlangsungan budaya asli yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Indonesia Harus ke Pancasila?
Pancasila sebagai dasar negara memiliki arti dan sejarah yang sangat penting bagi bangsa ini. Memang pancasila itu baru dikemukakan oleh Sukarno pada tanggal 1 Juni 1945 dalam siding BPUPKI. Namun Sukarno menyatakan bahwa Pancasila itu sudah ada dari dulu, karena 5 sila pancasila mrupakan gambaran dari keadaan Indonesia.
Di dalam pancasila itu terhimpun semua kebudayaan yang terbentang dari Sabang-Merauke. Pancasila sebagai penyatu dari kbinekaan. Pancasila juga dijadikan sebagai idiologi dan falsafah bangsa ini.
Jadi, bisa dikatakan bahwa untuk bisa dan mampu menjawab masalah di era globalisasi ini harus kita kembali ke pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila dalam pancasila merupakan nilai yang harus diaplikasikan. Indonesia akan menjadi bangsa yang besar jika bisa berpegang teguh pada 5 sila dari pancasila.