hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Friday, 19 April 2013

JANGAN ASAL MEMBERI SUBSIDI WAHAI PEMERINTAH


Oleh : Dedet Zelthauzallam
Indonesia dewasa ini sedang berada di era subsidi. Dikatakan demikian karena bisa dilihat bagaimana besarnya anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk memberikan subsidi kepada rakyat. Anggaran negara habis dipakai untuk subsidi. Utang negara membeludak dengan subsidi yang keterlaluan besarnya. Subsidi memang perlu, tetapi kalau subsidi sudah keterlaluan maka perlu untuk dievaluasi dan dikaji kembali.
Pemerintah Indonesia dalam memberikan subsidi bisa dikatakan kurang jeli dan selektif. Dikatakan demikian karena target pemberian subsidi tidak jelas. Pemerintah tidak melihat  strata sosial yang ada di masyarakat. Sebagai contoh, pemberian subsidi BBM. Subsidi BBM ini bisa dirasakan oleh semua strata di masyarakat, baik kaya, menengah maupun miskin. 
Subsidi BBM, khususnya premium, bisa dikatakan sangat merugikan dan memberatkan negara. Kebijakan subsidi BBM ini perlu untuk segera dievaluasi, karena kalau tidak maka akan memberikan dampak yang besar, khususnya bagi keuangan negara. Hal tersebut juga akan berdampak pada proses pembangunan di Indonesia.
Subsidi BBM memperlihatkan kepada kita bahwa betapa sombongnya pemerintah Indonesia.  Dikatakan sombong karena pemerintah tidak bisa mengatur kepada siapa subsidi BBM diberikan. Apakah itu hanya untuk kalangan bawah saja atau kalangan menengah ke bawah?
Target dan sasaran dari suatu subsidi harus jelas. Jangan sampai masyarakat yang kaya raya juga diberikan subsidi. Memang pemerintah harus lebih jeli dan selektif dalam memberikan subsidi.
Pemberian subsidi di Indonesia saat ini bisa dikatakan sangat memperhatinkan. Subsidi yang akan diberikan seharusnya melihat profesi dan latar belakang dari masyarakat. Misalnya, nelayan dan petani pasti memiliki kebutuhan yang berbeda. Nelayan pasti mengharapkan subsidi solar dan beras. Sedangkan kalau petani pasti mengharapkan subsidi benih padi, pupuk dan traktor.
Saat ini pemerintah hanya memberikan subsidi asal-asalan. Bisa dilihat dari beras raskin. Masak yang menghasilkan beras dikasih subsidi beras. Ini kan membuktikan ada suatu kejanggalan dalam pemberian subsidi. Seharusnya pemerintah memberikan subsidi yang lain. Inti dari pemberian subsidi di Indonesia saat ini adalah sangat perlu dan segera untuk dievaluasi.