hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Tuesday, 29 January 2013

MENUJU INDONESIA LEBIH BAIK



Dewasa ini kita bisa melihat bagaimana situasi dan kondisi Indonesia setelah reformasi 1998. Pasca reformasi Indonesia masih belum mampu untuk keluar dari permasalahan-permasalahan yang vital, seperti masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan. Masih banyak masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. Pendidikan dan kesehatan sangat memprihatinkan bagi generasi penerus bangsa ini. Keterbatasan  fasilitas pendidikan dan kesehatan yang memadai mebuat anak bangsa ini banyak putus sekolah, gizi buruk dan sebagainya. Apalagi masalah tenaga kerja, ini lebih memprihatinkan. Banyak rakyat Indonesia ke luar negeri untuk mancari sesuap nasi, meskipun mereka menjadi pembantu rumah tangga  dan buruh. TKI tersebut sanggup meninggalkan anak keluarga mereka kerena pemerintah mereka tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan.
Masalah-masalah diatas hendaklah menjadi bahan evaluasi untuk pemerintah Indonesia supaya bisa lebih baik. Pemerintah Indonesia saat ini harus memiliki suatu metode yang kira-kira bisa menjawab semua persoalan tersebut. Saran Guru Besar Harvard, Robert S. Kaplan untuk Indonesia:
1.    Indonesia harus memiliki pemempin-pemimpin yang visioner,
2.    Kemampuan pemimpin dan aparatur pemerintah untuk bisa menerjemahkan strategi secara nyata,
3.    Pemahaman strategi dari aparatur pemerintah itu sendiri,
4.    Ketepatan dalam mengalokasikan dan mengelolo sumber daya dan keuangan untuk masuk dalam stategi, dan
5.    Strategi yang berkesinambungan.

Memang benar saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memiliki padangan ke depan. Banyak pemimpin saat ini yang hanya berorientasi jangka pendek. Janka pendek ini juga bukan untuk kepentingan rakyat tetapi demi kepentingan partai, kelompok dan golongan mereka. Bisa dikatakan Indonesia dewasa ini mengalami krisis kepemimpinan yang sangat memprihatinkan.
Kemampuan aparatur pemerintahan hendaknya juga bisa dibilang sebagai kendala dalam mencapai tujuan organisasi/pemerintahan. Aparatur pemerintah hendaknya adalah orang yang memiliki intelek, skill dan attitude yang berkualitas sehingga semua program bisa terlaksana dengan baik. Sistem kerja dalam sebuah organisasi, sering saya analogikan seperti rantai makanan. Andaikan ada sub-sub sistem yang terhenti maka akan menyebabkan dampak bagi yang lainnya. 
Sumber daya alam yang melmpah tidak akan ada gunanya ketika tidak bisa dikelola dengan baik. Dibutuhkan SDM yang berkualitas untuk bisa mengelola SDA dan keuangan. SDM yang berkualitas tidak bisa didapatkan ketika pemerintah tidak memperhatikan pendidikan anak bangsa. Pendidikan yang berkualitas akan mampu menjawab persoalan pemerintah saat ini.