hidup

  • Indonesia.
  • Perkampungan Sasak.
  • Kantor Gubernur.
  • Sukarno.
  • Lombok.

Monday, 4 May 2015

PILKADA LOTENG; SEBAGAI SEBUAH MOMENTUM

oleh: Dedet Zelthauzallam
Pada akhir tahun 2015, bulan Desembar, Kabupaten Lombok Tengah akan melaksanakan pemilihan bupati dan wakil bupati. Pemilihan bupati dan wakil bupati ini harus bisa dijadikan sebagai sebuah momentum bagi masyarakat Lombok Tengah untuk memilih pemimpin yang memimpin bukan pemimpin yang berkuasa. Pemimpin yang dipilih harus yang benar-benar memiliki kapasitas dan integritas yang telah teruji, supaya bisa memoles wajah Lombok Tengah dewasa ini.
Lombok Tengah dewasa ini tentunya adalah daerah yang jauh dari harapan. Ini disebabkan oleh adanya disparitas yang sangat tinggi antara Lombok Tengah dengan kabupaten lainnya yang ada di Pulau Lombok, baik dilihat dari pembangunan infrastruktur maupun non infrastruktur. Hal itulah yang menyebabkan Lombok Tengah berada di rengking dua terbawah dalam hal IPM kabupaten/kota se-NTB.
Tentunya keadaan Lombok Tengah dewasa ini perlu menjadi pertanyaan untuk dijadikan bahan intropeksi demi menunjang masa depan kabupaten yang lebih baik, karena kalau berbicara Lombok Tengah, maka daerah ini bukanlah daerah yang miskin sumber daya, tetapi sebaliknya. Ini bisa dilihat dari bagaimana bidang pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan serta pariwisata yang dimiliki sangatlah luar biasa. Potensi yang luar biasa tersebut juga ditunjang dengan adanya Bandara Internasional Lombok (BIL) di Lombok Tengah. Belum lagi daerah Lombok Tengah dijadikan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata yang memiliki konsep yang sama seperti Nusa Dua Bali. Seharusnya Lombok Tengah dengan potensi tersebut bisa jauh lebih unggul dari daerah lainnya.
Gagalnya Lombok Tengah memanfaatkan potensi yang ada merupakan bagian dari gagalnya kepemimpinan yang ada di Lombok Tengah. Bupati dan wakil bupati Lombok Tengah harus lebih agresif dan memiliki inovasi dalam melihat peluang, karena peluang bagi Lombok Tengah sangat terbuka lebar. Sebagai salah satu contoh, pada tahun ini, Lombok Tengah akan diberikan suntikan dana 250 miliar untuk pembangunan KEK Mandalika dan tahun depan presiden menjanjikan 1,8 triliun. Dengan adanya anggaran tersebut tentunya bisa diajdikan sebagai vitamin untuk mengakselarasikan pembangunan di Lombok Tengah. Disini peran pemimpin, yaitu bupati dan wakil bupati, sangatlah besar. Untuk itulah, maka pada pemilihan tahun ini, masyarakat Lombok Tengah harus lebih selektif dalam memilih dengan melakukan filter yang ketat. Masyarakat tidak boleh terhipnotis dengan janji manis, tetapi harus melihat track record para kandidat.
Pemimpin Lombok Tengah yang diharapkan tentunya sekelas Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Tri Rismaharani (Walikota Surabaya), Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) maupun Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng, Sulsel). Pemimpin tersebut adalah pemimpin yang mampu memoles daerahnya dengan sangat luar biasa. Mereka seperti penyihir yang bisa membuat apa yang belum dibuat, memikirkan apa yang belum dipikirkan dan yang terpenting tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakatnya. Bupati Banyuwangi, Azwar Anas contohnya, beliau bisa menjadikan daerah timur ujung Pulau Jawa ini sebagai daerah ecowisata. Azwar menawarkan konsep wisata dengan menonjolkan ciri khas daerah dengan lebih melibatkan kerjasama dengan masyarakat asli, sehingga dampak yang dihasilkan bisa dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. Konsep tersebut terbukti mampu menaikkan pendapatan daerah Banyuwangi dari bidang pariwisata menjadi tiga kali lipat, 84 miliar menjadi 249 miliar pada tahun 2014. Dan yang terpenting mampu menekan angka kemiskinan di Banyuwangi sampai puluhan persen.

Apa yang dilakukan Azwar Anas di Banyuwangi tentunya harus menjadi patokan bagi bupati dan wakil bupati Lombok Tengah pada periode selanjutnya, supaya potensi yang ada di Lombok Tengah bisa memberikan manfaat kepada masyarakatnya bukan malah kepada masyarakat luar. Untuk menelurkan bupati dan wakil bupati sekelas Azwar Anas tentunya masyarakat Lombok Tengah harus memilih bukan karena keluarga, uang dan sejenisnya tetapi harus dengan memperhatikan kapasitas yang ada pada diri kandidat tersebut. Pilkada inilah momentum yang sangat tepat untuk bisa memilih pemimpin seperti itu. Sekarang semua ada ditangan kita, yaitu masyarakat Lombok Tengah.